Konsultasi Medion
Tanya : 
Ayam pullet di kandang saya sebelum divaksin ILT sudah timbul gejala terinfeksi ILT. Apakah vaksin tersebut masih bisa saya berikan atau menunggu ayam sehat dahulu? Lalu apakah program vaksinasi ILT periode selanjutnya bisa dilakukan?
Ibu Damayanti Kurniaputri
Email: damayantikurniaputri@gmail.com

Jawab:

Yth. Ibu Damayanti, terima kasih atas pertanyaannya. Ayam pullet yang sudah menunjukkan gejala terinfeksi ILT, Ibu dapat melakukan penanganan ini untuk mengurangi derajat keparahan penyakit. Tindakan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Lakukan seleksi dan isolasi pada ayam yang terserang berdasarkan tingkat keparahan penyakit.
  • Berikan Respitoran sebagai herbal suportif berbentuk cair yang berfungsi untuk
    mengatasi gangguan pernapasan pada ayam. Saat terjadi infeksi maka akan timbul
    keradangan di saluran pernapasan yang kemudian menyebabkan produksi mukus atau lendir berlebih. Mukus yang berlebih tersebut akan menyebabkan saluran pernapasan lebih sempit dan ayam kesulitan bernapas. Respitoran mengandung herbal yang berfungsi sebagai antiinflamasi, menurunkan sekresi mukus, dan mengencerkan dahak. Respitoran juga bisa diberikan untuk mengurangi gejala klinis akibat reaksi post vaksinasi ILT dengan mulai diberikan di hari ketiga post vaksinasi atau disesuaikan biasanya kapan gejala gangguan pernapasan muncul.
  • Berikan pula vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh ayam seperti yang terkandung dalam Vita Stress atau Fortevit, yang akan membantu proses berkurangnya gejala penyakit menjadi lebih cepat.
  • Untuk menekan virus di lapangan, lakukan desinfeksi kandang dan peralatan menggunakan Desinsep atau Medisep.Penyakit ILT merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan tidak dapat diobati secara tuntas. Pemilihan untuk melakukan vaksinasi ILT atau tidak, tergantung dari kondisi ayam serta tingkat rawan serangan ILT di peternakan. Apabila unggas sudah mulai terinfeksi, pada kondisi yang belum parah dan masih ada unggas yang sehat, vaksinasi dapat dilakukan untuk melindungi unggas yang masih sehat. Bantu dengan menekan konsentrasi amonia dan debu di kandang agar tidak memperparah kondisi ayam.Sehingga untuk periode selanjutnya, karena peternakan Ibu termasuk daerah rawan ILT maka dapat melakukan 2 kali vaksinasi pada ayam petelur dengan Medivac ILT untuk daerah peternakan dengan risiko serangan ILT tinggi yakni pada umur 6-7 minggu kemudian diulang umur 16-17 minggu. Atau minimal 2-3 minggu sebelum umur serangan. Lakukan vaksinasi ILT ke seluruh ayam pada satu flok/ kandang secara serentak/ bersamaan dalam satu hari. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah terjadinya rolling reaction dari virus ILT.

    Pada ayam yang terserang ILT, ayam akan menunjukkan gejala sulit bernafas dan saat bernafas menjulurkan lehernya seperti tercekik, karena pada saluran pernafasannya terdapat massa pengkejuan yang dapat menghambat jalannya udara. Gejala lain yang nampak adalah adanya pembengkakan pada sinus infraorbitalis yang terletak di bawah mata, mata berair, ayam ngorok dan batuk. Bentuk kronisnya ditandai conjunctiva mata kemerahan dan leleran hidung terus menerus. Pada hasil bedah bangkai ditemukan perubahan seperti adanya eksudat berbusa dari kantung mata, lendir bercampur darah pada trakea, radang dan perkejuan pada laryng, serta perkejuan pada trakea. Peradangan bisa meluas ke bronkus, paru-paru dan kantung udara (Diseases of Poultry, 14th Edition, 2020)

Virus Herpes penyebab ILT sangat tahan di lingkungan dan flok kandang dengan sejarah positif kasus ILT, ayam-ayam di dalamnya akan bertindak sebagai pembawa (carrier) virus sampai afkir. Sehingga tak jarang masalah ILT terus berulang, terutama pada peternakan yang menerapkan sistem multiage (kelompok umur bervariasi) dan lingkungan peternakan dengan populasi padat.
Teori menyebut morbiditas (tingkat kesakitan) ILT mencapai 90-100% dan mortalitas (tingkat kematian) 5-20%. Kematian tinggi dapat terjadi bila ILT berkomplikasi dengan penyakit lain seperti cacingan, korisa, colibacillosis, CRD, ND, dan lainnya. Selain itu, ayam layer juga mengalami penurunan produksi 10-20%.
Evaluasi Pengendalian ILT
Vaksinasi ILT merupakan langkah efektif untuk mencegah serangan ILT di peternakan. Meski demikian, tindakan vaksinasi harus disertai dengan manajemen pemeliharaan yang tepat dan penerapan biosekuriti yang ketat. Tindakan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan ILT antara lain:
• Pemberian vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh ayam dengan menggunakan Vita Stress atau memberikan imunostimulan seperti Imustim yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh unggas.
• Mengurangi tantangan virus ILT di sekitar kandang dengan melakukan istirahat kandang, sanitasi dan desinfeksi kandang beserta peralatannya. Istirahat kandang minimal selama 2 minggu dihitung setelah kandang sudah dalam keadaan bersih dan didesinfeksi. Desinfeksi kandang kosong bisa dilakukan dengan menggunakan Formades atau Formades Plus. Lakukan pula penyemprotan peralatan kandang baik tempat ransum maupun tempat minum menggunakan Antisep atau Medisep.
• Cegah konsentrasi debu dan amonia yang tinggi di kandang dengan selalu menerapkan manajemen litter yang baik, sekam jangan terlalu kering, atur kepadatan kandang, dll. Konsentrasi debu dan amonia dalam kandang yang tinggi juga akan semakin memperburuk kondisi ayam yang sedang mengalami reaksi post vaksinasi. Gunakan bahan yang mampu bekerja mengikat amonia yaitu Ammotrol. Ammotrol bisa digunakan untuk membuat tekstur feses menjadi lebih kering dan mengurangi bau amonia di kandang.
• Pemberantasan vektor pembawa penyakit seperti tikus dengan menggunakan pestisida. Lakukan kontrol yang teratur dan terprogram terhadap rodentia yang berkeliaran di kandang. Dapat dengan memasang perangkap atau racun tikus (penggunaan racun tikus sebaiknya dilakukan pada saat masa istirahat kandang).