Broiler termasuk jenis unggas yang rentan terhadap AI
Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Awal musim gugur 2020, risiko munculnya virus H5N8 di negara-negara Eropa kian meningkat setelah wabah HPAI H5N8 dilaporkan di Rusia dan Kazakhstan pada akhir musim panas (akhir bulan September 2020). Akhir Oktober 2020, varian H5N8 yang sangat patogen dilaporkan menghantam peternakan parent stock komersial di kota Altforst, Gelderland, Belanda. Virus H5N8 juga telah ditemukan pada banyak unggas liar yang mati di kota tersebut. Kasus H5N8 di Belanda kemudian juga dilaporkan ke peternakan ayam petelur di Puiflijk dan Lutjegast pada awal November 2020 (Tabel 1). Pada saat yang hampir bersamaan dengan wabah virus H5N8 di Belanda, virus yang sama juga terdeteksi di unit pemeliharaan broiler breeder di Frodsham, Cheshire, Inggris,  peternakan ayam petelur di negara bagian Schleswig-Holstein, Jerman Utara.
Mengikuti wabah HPAI H5N8 pada unggas komersial yang terdeteksi di Inggris, pada tanggal 10 November 2020, strain yang sama juga dilaporkan ditemukan pada tiga burung Angsa Kanada dan dua Angsa Greylag – dekat Stroud, Gloucestershire. Di Jerman, lebih dari 1.000 burung liar mati (terutama angsa dan bebek) juga telah ditemukan di pantai Nordfriesland, kemungkinan besar burung-burung ini juga terinfeksi virus HPAI. Hal ini menunjukkan dugaan kuat adanya penularan antara burung liar migran dengan wabah H5N8 pada unggas komersial.
Tabel 1. Beberapa kasus H5N8 pada peternakan unggas komersial di Eropa pada bulan Oktober-November 2020
Daerah
Negara
Jenis peternakan
Jumlah hewan yang dimusnahkan
Tipe
Tanggal konfirmasi kasus
Vorpommern-Rügen
Jerman
Kalkun
16.100
H5N8
11 November 2020
Lutjegast, Groningen
Belanda
 
Ayam petelur
48.000
H5N8
10 November 2020
Heidmühlen, Segeberg, Schleswig-Holstein
Jerman
Ayam petelur
60
H5N8
5 November 2020
Puiflijk
Belanda
Ayam petelur
100.000
H5N8
5 November 2020
Cheshire
Inggris
parent stock broiler
13.500
H5N8
2 November 2020
Altforst
Belanda
Parent stock broiler
35.700
H5N8
29 Oktober 2020
Wabah H5N8 pada akhir tahun 2020 di Asia
Belajar dari pengalaman di tahun 2014, Korea Selatan memperkuat program pencegahan H5N8 pada akhir Oktober 2020 pada saat kedatangan sekitar 570.000 burung migran musim dingin dengan melakukan kegiatan surveilans. Hasilnya, virus HPAI H5N8 ditemukan dalam sampel yang dikumpulkan dari burung liar di kota Cheonan, Asan dan Sejong. Pemerintah Korea Selatan langsung mengumumkan peringatan, melakukan karantina dan melakukan pembatasan lalu lintas kendaran ternak pada 188 peternakan unggas dalam radius 10 km dari lokasi penemuan virus. Kini Korea selatan secara luas telah melarang impor produk unggas dari negara-negara lain yang terdampak H5N8 seperti Jepang dan Belanda.
Di Jepang,  ledakan wabah H5N8 yang menyerang peternakan broiler dan layer di Perfektur Kanagawa pada awal bulan November 2020 merupakan kasus H5N1 yang pertama kali dalam dua tahun terakhir. Menurut OIE, pada kasus pertama di Kanagawa, dilaporkan adanya peningkatan kematian broiler pada tanggal 4 November 2020 yang kemudian diikuti kematian 2000 ayam petelur secara mendadak.
Baca Juga: Pencegahan Terhadap Penyakit Avian Influenza
Sebagai tindak lanjut atas wabah H5N8 yang terjadi di Jepang, 330.000 ayam petelur dimusnahkan dengan segera. Arus lalu lintas kandang juga dikenakan pembatasan yang dikenakan pada peternakan dalam radius 3 km dan 3-10 km dari peternakan yang terkena dampak. Pada kasus kedua di Jepang, peternakan parents stock broiler di Perfektur Kanagawa juga terkena imbas wabah H5N8 di mana 11.000 broiler parents dimusnahkan. Hingga artikel ini ditulis, sudah ada lima kasus wabah H5N8 di Jepang dan masih terus berlangsung. *Koresponden Poultry Indonesia di New Zealand, Alumni Masey University
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Desember 2020 dengan judul “Avian Influenza subtipe H5N8 Kembali Ancam Peternakan Unggas Asia dan Eropa”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153