Gangguan pernafasan pada unggas seringkali menjadi ancaman serius bagi peternakan, bahkan menjadi masalah rutin yang sulit diatasi. Salah satu penyakit yang sering kali tidak disadari dan menyebar diam-diam di peternakan adalah Infectious Laryngotracheitis (ILT). Gejala ILT mirip dengan penyakit pernafasan lainnya sehingga seringkali salah diagnosis dan yang kurang tepat dalam penanganan. Kematian pada unggas yang terinfeksi ILT dapat meningkat jika tidak ditangani dengan tepat. Organisasi kesehatan hewan dunia, WOAH 2021 menyampaikan bahwa vaksinasi dapat membantu melindungi unggas dari infeksi, sementara biosekuriti dapat mencegah penyebaran virus.
Kenal lebih dekat dengan Infectious Laryngotracheitis (ILT)
Infectious laryngotracheitis (ILT) merupakan penyakit pernafasan unggas yang disebabkan oleh Gallid alpha herpesvirus type-1 (GaHV-1) atau biasa dikenal dengan ILTV. Â Virus ini termasuk dalam subfamily Alphaherpesvirinae, dan family Herpesviridae (Yunita et al., 2025). Ayam merupakan hewan yang rentan terhadap virus tersebut, selain ayam burung merak, burung pheasant, dan burung perdix juga dapat terinfeksi virus tersebut (WOAH, 2021).
Gambar 1. Struktur virus ILT. Diagram skema virus (a); genome ILT (b) (Mo dan Mo, 2025).
Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dan tidak langsung dengan lingkungan. ILT menyebabkan penurunan produksi dan penurunan berat badan pada ayam. Berdasarkan WOAH tingkat morbiditas tinggi hingga 90-100%, dengan angka mortalitas dapat melebihi 50%. Tantangan utama dalam penanganan ILT adalah kemampuan virus untuk bersembunyi di jaringan saraf dan tidak sepenuhnya menghilang. Virus dapat aktif kembali saat ayam stres dan imunitas menurun, memicu munculnya kasus baru. Oleh karena itu, pencegahan dan pengendalian ILT sangat penting untuk melindungi peternakan Anda.
ILT dapat masuk ke peternakan melalui berbagai cara, tidak hanya melalui ayam yang terinfeksi, tetapi juga melalui lingkungan sekitar. Ayam baru yang sudah terpapar virus, bahkan yang terlihat sehat, dapat membawa virus ke peternakan Anda. Aktivitas manusia juga berperan besar dalam penyebaran penyakit jika tidak diikuti prosedur biosekuriti ketat. Jarak antar peternakan yang berdekatan dan arah angin juga dapat membantu penyebaran virus. Penggunaan peralatan kandang yang tidak dibersihkan dan didesinfeksi dengan benar juga dapat menjadi jalur penularan. Oleh karena itu, pastikan Anda untuk selalu mengikuti prosedur biosekuriti yang ketat dan membersihkan peralatan kandang secara teratur untuk mencegah penyebaran ILT (Pajic et al., 2022).
Gambar 2. Cara virus masuk ke dalam peternakan dan menginfeksi ayam lainnya  (Ilustrasi pribadi).
Ancaman ILT di Indonesia dalam 3 tahun terakhir
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh tim surveillance analyst Medion, kasus suspek ILT masih menjadi masalah serius di Indonesia. Selama periode 2022–2024 tercatat 1017 kasus yang dilaporkan dengan temuan klinis dan lesi nekropsi pada ayam. Bahkan pada pada tahun 2025, sudah ada 98 kasus yang dilaporkan  dari bulan Januari – April. Peningkatan kasus ILT terjadi pada penghujung tahun 2024, terutama pada saat musim penghujan.
Pada penelitian terbaru yang dilakukan oleh Saepulloh et al. (2025), peternakan di Bogor, Bekasi, dan Cianjur, ayam yang terinfeksi menunjukkan gejala pernapasan akut. Sedangkan di Tangerang, tidak ada kasus ILT yang positif setelah dilakukan tes PCR, meskipun gejala klinis tetap teramati. Data tersebut dapat memberikan gambaran umum kejadian dan menunjukkan ILT tetap menjadi ancaman yang nyata bagi peternakan unggas di Indonesia. Oleh karena itu , peternak dan industri unggas perlu waspada dan mengambil langkah untuk mengontrol penyebaran ILT.
Tanda-Tanda Klinis ILT dan Perubahan Organ  : Apa yang harus Anda Waspadai?
ILT adalah penyakit yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada unggas dan menyerang segala umur. Pada kasus ILT, tingkat keparahan tergantung dari virulensi, kondisi stress, infeksi agen penyakit lain, status kekebalan flok serta umur dari ayam (Saepulloh et al., 2025). Gowthaman et al 2020 menyampaikan bahwa  ILT memiliki tiga bentuk, yaitu perakut, akut, dan kronis dan setiap bentuk menunjukkan gejalan klinis yang berbeda. Gejala klinis dan perubahan organ pada bedah bangkai bisa dlihat pada Gambar 3,4.
Rencana Pencegahan dan Pengendalian Outbreaks  ILT jangka panjang
Infectious Laryngotracheitis dapat menyebabkan kerugian yang besar apabila tidak ditangani dengan tepat. Pemberian antibiotik bukan menjadi pilihan utama dalam menyelesaikan wabah ILTÂ yang disebabkan oleh virus. Berikut rencana pencegahan dan pengendalian outbreaks yang relevan untuk jangka panjang menurut Zavala 2007; Volkova et al., 2012; Manisaran et al. (2025):
| No . | Langkah | Tindakan |
| 1. | Diagnosis dan Surveillance | Lakukan diagnosis ILT dengan cepat dan akurat, melalui gejala klinis, perubahan organ, WOAH juga menyampaikan untuk metode diagnosis laboratorium ILT menggunakan Isolasi Virus, Immunofluorescence, PCR, ELISA, Pemeriksaan histopat dan Virus Neutralisation Test . Selain itu perlu di lakukan pantauan kondisi kandang secara terus-menerus. |
| 2. | Isolasi dan Karantina | Isolasi ayam yang terinfeksi dan karantina kandang untuk mencegah penyebaran virus |
| 3. | Biosekuriti | Lakukan biosekuriti ketat, seperti pembagian zona bersih dan kotor, penggunaan celup kaki sebelum masuk kandang, penggantian boots, dan memastikan pekerja mandi serta mengganti pakaian sebelum dan setelah masuk kandang. |
| 4. | Vaksinasi | Lakukan vaksinasi pada ayam dengan vaksin live atau rekombinan untuk mencegah terjadinya kejadian penyakit. |
| 5. | Manajemen Lingkungan | Atur sistem ventilasi kandang untuk mengurangi kelembaban, kadar ammonia, transmisi infeksi melalui udara, serta pastikan sistem pembuangan dan dekontaminasi dari litter dan peralatan kandang yang baik. |
| 6. | Monitoring dan Pelaporan | Pantau kondisi kandang secara terus-menerus dan laporkan kasus ILT kepada dokter hewan atau pihak berwenang |
| 7. | Edukasi dan Pelatihan | Berikan edukasi dan pelatihan kepada pekerja kandang tentang pencegahan dan pengendalian ILT |
| 8. | Review dan Adaptasi | Tinjau dan adaptasi rencana pencegahan dan pengendalian ILT secara terus-menerus untuk memastikan efektivitasnya |
Kesalahan Umum dalam Penanganan ILT di Peternakan yang bisa Anda hindari
Penanganan kasus ILT dilapangan banyak yang terlihat benar namun masih kurang sesuai. Berikut ini merupakan kesalahan umum yang dapat dihindari oleh peternak;
- Penggunaan antibiotik yang kurang bijak
Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik pada bakteri yang ada lingkungan kandang seperti Salmonella sp. dan E. coli. Kejadian ini dapat memperkeruh keadaan dengan menyulitkan dalam pengobatan dan pengendalian. Resistensi antbiotik pada e coli pada peternakan unggas di Indonesia sudah di laporkan oleh Wibisono et al., 2022.
- Penggunaan vaksin ILT yang dianggap sebagai solusi tunggal dan penerapan biosekiti yang kurang baik.
Penggunaan vaksin ILT sebaiknya dipandang sebagai bagian dari sistem pengendalian terpadu, bukan sebagai pengganti biosekuriti. Tanpa manajemen yang disiplin, vaksin dapat membantu mengurangi dampak penyakit, namun tidak sepenuhnya mencegah terjadinya wabah. Penerapan biosekuriti yang kurang baik merupakan masalah besar di peternakan ayam terutama yang berhubungan dengan manajemen pemeliharaan dan lingkungan karena dapat menjadi sumber penyebaran virus (Kovacs et al., 2025).
- Kegagalan Mendeteksi ayam carrier
Kesalahan ketiga yang sering ditemukan adalah kegagalan dalam mendeteksi ayam carrier. Ayam yang terinfeksi ILT dapat menyebarkan virus meskipun tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas. Oleh karena itu, deteksi dini dan diagnosis yang akurat sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit di seluruh kandang (Yunita et al., 2025).










