Sinergi pemerintah daerah dan industri perunggasan diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi pakan, teknologi, dan pengembangan peternakan unggas.
PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah, beserta jajaran, pada Senin (12/1) di fasilitas feedmill (pabrik pakan) milik CPI yang berlokasi di Krian, Jawa Timur. Kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan industri perunggasan nasional dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan unggas.
Rombongan Wakil Bupati Blitar disambut langsung oleh Benyamin Limi, Regional Head PT Charoen Pokphand Indonesia – Jawa Timur, bersama jajaran manajemen CPI dan mitra strategis perusahaan. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah, asosiasi, koperasi peternak, serta mitra usaha perunggasan.
Dalam sambutannya, Benyamin Limi menyampaikan bahwa Jawa Timur, khususnya Kabupaten Blitar, memiliki peran sentral dalam industri perunggasan nasional. “Bisnis utama pakan ternak CPI memang berbasis di Blitar, Jawa Timur, dan Blitar merupakan salah satu penopang utama populasi ayam layer nasional. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci keberlanjutan industri. Kita bersama-sama menyongsong ketahanan pangan di 2026 dan kedepannya,” ujarnya.
Kunjungan Wakil Bupati Blitar ke feedmill PT Charoen Pokphand Indonesia ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan peternak, khususnya di Jawa Timur. “CPI berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dan peternak dalam mengarungi tantangan industri perunggasan ke depan, dengan sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Benyamin Limi.
Jawa Timur Pilar Ketahanan Pangan Nasional
Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai Land of Kings atau Tanah Para Raja menunjukkan tren pembangunan daerah yang terus membaik. Peningkatan tersebut terlihat dari pertumbuhan sejumlah sektor strategis, termasuk sektor peternakan. Saat ini, populasi ayam ras petelur di Kabupaten Blitar tercatat lebih dari 17 juta ekor, menempatkan daerah ini sebagai salah satu sentra utama produksi telur nasional.
Dalam pemaparan yang sama, disampaikan pula kontribusi Jawa Timur terhadap ketahanan pangan nasional. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu penghasil utama komoditas peternakan, dengan jumlah peternak ayam petelur sekitar 3.618 orang serta kontribusi signifikan terhadap produksi telur dan daging ayam nasional. Tingginya kepadatan populasi ternak di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, menegaskan peran wilayah ini sebagai episentrum industri perunggasan Indonesia.
Wakil Bupati Blitar, Beky, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PT Charoen Pokphand Indonesia atas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan peternak. “Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra ayam petelur terbesar di Indonesia. Keberadaan CPI sangat membantu menjaga ketersediaan pakan dan keberlanjutan usaha peternak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar untuk terus mendukung iklim usaha yang kondusif serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan peternak demi menjaga stabilitas produksi dan kesejahteraan peternak.
Bhinuko, General Manager Technical Information System PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Jawa Timur, menyampaikan bahwa CPI berperan aktif dalam pengembangan peternakan nasional melalui penyediaan sarana produksi ternak terintegrasi. Layanan tersebut mencakup DOC layer dan broiler, pakan, obat dan vaksin, hingga poultry equipment yang disiapkan dalam konsep one stop shopping.
Selain penyediaan sarana produksi, CPI juga menaruh perhatian besar pada pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai program dijalankan, mulai dari pelatihan dan seminar budidaya, pendampingan lapangan, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui beasiswa, program magang, dan kunjungan pabrik.
PT Charoen Pokphand Indonesia juga mencatatkan keberhasilan ekspor DOC ke Singapura hingga lebih dari 14 kali pengiriman. “Singapura sangat ketat. Mereka bahkan mengirim tim untuk mengecek kandang sebelum ekspor dilakukan,” ungkapnya. Tak hanya itu, CPI aktif melakukan pendampingan teknis, seminar budidaya, hingga penyediaan desain kandang modern dengan penerapan biosekuriti tiga zona. Tim lapangan yang kompeten, khususnya di wilayah sentra seperti Blitar, menjadi ujung tombak pendampingan peternak.
Tak hanya itu, Penguatan SDM menjadi perhatian serius. CPI terlibat dalam program beasiswa, kunjungan pabrik, hingga CSR, dan Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) yang memberikan pelatihan intensif dan exposure teknologi peternakan modern hingga ke luar negeri. Selain itu, kampanye kesadaran gizi melalui konsumsi telur terus digencarkan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait. Harapannya, peningkatan literasi gizi dapat mendorong kenaikan konsumsi protein hewani per kapita nasional.
Ia pun menegaskan bahwa persaingan pasar telur saat ini tidak hanya bertumpu pada jumlah produksi, tetapi juga kualitas produk. Seluruh pelaku usaha berlomba menghasilkan telur premium dengan nilai jual lebih tinggi. “CPI telah mengembangkan pakan yang mengandung probiotik, saat ini menjadi perusahaan pertama yang produksi pakan dengan probiotik,” ujar Bhinuko. Melalui inovasi pakan berprobiotik, CPI berkomitmen mendukung peternak menghasilkan telur berkualitas tinggi, lebih efisien, dan berdaya saing di pasar premium.
Pada kesempatan ini, Charoen Pokphand Indonesia pun mengajak Beky Herdihansah beserta jajarannya yang turut hadir, untuk mencicipi perbedaan telur hasil ayam yang diberi pakan probiotik dan CPI juga mendorong peternak untuk memperkuat branding produk, salah satunya melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sertifikasi ini menjadi syarat penting untuk menembus pasar ritel modern dan meningkatkan nilai jual telur.
Kunjungan ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang menitikberatkan pada kedaulatan pangan, pembangunan SDM unggul, industrialisasi, dan akselerasi investasi. Industri perunggasan dinilai memiliki peran strategis dalam pemenuhan protein hewani nasional. Adv
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.










