Oleh : Fajar Hidayat S.Pt*
Berdasarkan rilis BMKG, pada bulan September hingga November 2022, wilayah Indonesia pada umumnya diperkirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah hingga tinggi yang bersifat lebih basah daripada normalnya. Datangnya musim hujan seringkali menjadi sebuah tantangan sendiri bagi para peternak. Di mana peternak dihadapkan pada kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan bagi kenyamanan unggas, yaitu lingkungan yang menjadi basah, temperatur yang rendah, kelembapan tinggi dan lain sebagainya.

Musim hujan membawa tantangan pemeliharaan tersendiri bagi para peternak. Kondisi lingkungan yang ditimbulkan dapat berdampak pada performa produksi yang tidak optimal. Untuk itu, perlakuan dan manajemen yang tepat sangatlah dibutuhkan.

Kondisi tersebut apabila tidak diantisipasi dengan baik, tentu akan menjadikan ayam stres, sehingga lebih rentan terhadap serangan penyakit dan membuat performa produksi kurang optimal. Perubahan lingkungan yang ekstrem pada saat musim hujan juga akan berpengaruh pada keadaan di dalam kandang. Penulis menggaris bawahi beberapa tantangan utama yang harus dihadapi oleh peternak dalam pemeliharaan broiler ketika musim hujan, seperti tingginya kelembapan, temperature lingkungan yang rendah, dan kontaminasi air permukaan.
Ketika musim hujan tiba, tingginya kelembapan kandang menjadi persoalan pertama yang banyak dikeluhkan oleh para peternak. Kelembapan dalam kandang ini, secara langsung juga akan mempengaruhi suhu yang dirasakan oleh ayam, di mana semakin tinggi kelembapannya maka suhu yang dirasakan ayam pun juga semakin tinggi. Kelembapan yang terlalu tinggi di dalam kandang juga akan berpengaruh terhadap index heat stress, di mana semakin tinggi kelembapan maka akan meningkatkan level index heat stress ayam. Selain itu, kelembapan yang tinggi mencerminkan tingginya kandungan kadar air di udara, sehingga dapat membuat saluran pernapasan ayam terganggu.
Dari sisi kesehatan, kelembapan lingkungan yang tinggi merupakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri, virus, parasit, dan jamur, yang dapat menjadi agen penyakit bagi ayam. Belum lagi, kondisi ini dapat menyebabkan litter pada kandang menjadi cepat lembap, basah dan menggumpal yang merupakan media bagi pertumbuhan bibit penyakit. Selain itu, kondisi litter seperti ini juga membuat kandungan gas amonia di dalam kandang menjadi tinggi, sehingga dapat menyebabkan penyakit pernapasan.
Selain kelembapan, musim hujan juga diikuti oleh rendahnya suhu lingkungan di sekitar kandang. Hal ini tentu juga harus menjadi perhatian serius bagi para peternak, bagaimana ayam mendapatkan suhu yang nyaman.  Dari segi nutrisi, ketika suhu lingkungan rendah, maka energi yang dibutuhkan ayam untuk maintenance akan tinggi, sehingga nutrien yang diperlukan untuk pembentukan otot, tulang, dan deposit lemak akan minim. Tak heran jika kondisi tersebut menyebabkan buruknya efisiensi pakan dan daya tahan tubuh ayam. Apabila  daya tahan tubuh ayam ini bermasalah, maka ayam akan rentan terhadap serangan penyakit.
Terkait suhu lingkungan yang rendah, peternak harus memberikan perhatian ekstra apabila saat musim hujan, ayam memasuki fase brooding. Pasalnya, ayam pada masa brooding (0-21 hari) itu sistem pengaturan suhu tubuhnya (termoregulator) belum berfungsi optimal, sehingga suhu tubuh ayam masih sangat terpengaruh oleh suhu lingkungan. Hati-hati jika suhu lingkungan rendah (dibawah suhu yang diinginkan) maka ayam akan merasa dingin, sehingga akan mensekresikan hormon stress yang membuat ayam malas bergerak, malas makan dan akan menggerombol, sehingga target feed intake tidak tercapai yang akan menyebabkan proses hiperplasia dan hipertropi tidak maksimal. Akhirnya organ-organ tidak berkembang optimal dan sistem kekebalan tubuh kurang berfungsi dengan baik. Dengan demikian, saat fase brooding di musim hujan pengaturan pemanas yang tepat menjadi hal mutlak, dan biasanya akan lebih sering dinyalakan dibanding pada musim kemarau. *Technical Sales PT New Hope Indonesia
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada Majalah Poultry Indonesia edisi September 2022. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, sila mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153