Webinar CP Online
POULTRYINDONESIA, Jawa Timur– Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ayam non ras, maka perlu adanya pelatihan maupun penyuluhan teknis terkait dengan tatalaksana ayam tersebut. Maka dari itu Charoen Pokphand Indonesia Jawa Timur menggelar webinar online melalui platform zoom meeting bertajuk Cangkruk Peternakan (CP) Online demgan tema “Pencegahan dan Penanggulangan Aratan” (23/2).
Baca juga : UGM dan CPI Kembangkan Platform Digital untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi Broiler
Webinar mengenai ayam penghobi pertama kali dilaksanakan dan merupakan inisiasi Charoen Pokphand untuk mengatasi permasalahan yang ada di peternak yaitu penanganan aratan atau kematian massal pada ayam.
“Peternakan ayam penghobi masih terus berkembang di Indonesia khsusunya di Jawa Timur, oleh karena itu perlu ada kerjasama yang baik dari berbagai pihak untuk mengatasi suatu permasalahan yang ada di peternak termasuk penanganan dan pencegahan aratan,” ujar Bhinuko dalam sambutannya selaku perwakilan manajemen Charoen Pokphand Indonesia wilayah Jawa Timur.
Webinar diselenggarakan dengan dua sesi dan di setiap sesi dilakukan diskusi. Sesi pertama diisi oleh Teguh Wuryanto mengenai manajemen lingkungan perkandangan.
“Manajemen kandang sangat vital perannya dalam pemeliharaan, karena kandang merupakan tempat tinggal utama ayam seumur hidupnya,” jelas Teguh.
Ia juga menambahkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkandangan terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi material dan konstruksi kandang, drainase, kebersihan kandang, dan kenyamanan kandang. Kemudian faktor eksternal meliputi sinar matahari yang cukup, air bersih, sirkulasi udara, dan penerangan kandang pada malam hari.
Sesi kedua webinar diisi oleh Drh. Sigit Setyono Raharjo, M. Si. Mengenai pencegahan dan penanganan aratan.
“Hal utama yang dilakukan dalam pencegahan penyakit ialah biosekuriti, vaksinasi, dan manajemen pemeliharaan yang baik,” jelas Sigit. Ia menambahkan bahwa prosedur pencegahan lebih mudah dilakukan asalkan disiplin daripada harus mengobati.
Menurut Sigit, biosekuriti diterapkan pada kandang untuk meminimalisir agen penyakit yang masuk ke dalam kandang. Sedangkan program vaksinasi dilaksanakan untuk meningkatkan imun ayam supaya lebih tahan terhadap serangan penyakit.
“Biosekuriti dan vaksinasi saling berhubungan dalam pencegahan penyakit pada ayam, sehingga peternak perlu melakukan manajemen yang baik,” pungkasnya.
Webinar berjalan sangat interaktif karena peserta dan pemateri mendiskusikan banyak hal mengenai aratan dan penanggulangannya. Selain itu, peserta webinar mendapatkan merchandise dari penyelenggara webinar untuk memantik semangat peserta. Harapannya dengan webinar tersebut, peternak lebih memahami dan melaksanakan perbaikan pada manajemen pemeliharaannya di kandang masing-masing.