POULTRYINDONESIA, Jakarta – Masih dengan lanjutan rangkaian acara dai U.S. Soy Export Council (USSEC) untuk kawasan ASEAN, USSEC Southeast Asia Animal Protein Technical Broadcast 2022 dari acara pertama yang dilaksanakan dari tanggal 8 Februari 2022. Acara ini merupakan webinar ke-5 yang digelar pada Selasa, (8/3), secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting dengan tema Precision Nutrition in Poultry.
Baca juga : Pemahaman Pemrosesan dan Kontrol Kualitas Kedelai dibahas oleh USSEC
Berdasarkan penuturan dari Dr. Lihong Zhang selaku NIR and Analytical Services Specialist, Adisseo Asia Pacific Pte Ltd., mengatakan bahwa negara yang memiliki Apparent Metabolizable Energy (AME) pada Soybean Meal (SBM) tertinggi dipegang oleh Amerika Serikat yang diikuti oleh Argentina, Brazil dan India.
“Walau produksi SBM tertinggi berada di China yang sebanyak 50 juta metrik ton, tetapi nilai kandungan AME soybean tertinggi berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah rata-rata 2647 kcal/kg diikuti dengan Argentina sebesar 2618 kcal/kg, Brazil dengan 2613 kcal/kg dan 2449 kcal/kg,” kata Lihong.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Robert Swick seorang Research Spesialist dari University of New England. Dirinya menyampaikan bahwa kandungan kecernaan asam amino, energi dan serat kasar merupakan suatu nutrisi penting yang memengaruhi kualitas dari SBM. Dirinya juga menuturkan bahwa selulosa dan sukrosa menyumbang sepertiga dari total karbohidrat pada SBM.
“Kandungan asam amino dan energi pada SBM berhubungan erat dengan beberapa faktor, yakni struktur tanah, kondisi lingkungan dan genetik atau bibit kedelai itu sendiri,” tutur Robert.
Kemudian, Dr. Nishchal Sharma yang merupakan Research Fellow dari University of New England, membahas mengenai penetapan harga beli dari SBM yang digunakan dalam formula ayam pedaging yang praktis. Nishchal menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang linear antara kandungan protein kasar dengan kecernaan asam amino pada SBM. Selain itu, dirinya juga menyebutkan bahwa kandungan energi merupakan biaya terbesar pada formulasi pakan unggas, dan SBM adalah bahan pakan yang menyumbang energi sebesar 20-25% dalam total formulasi pakan.
“Kecernaan asam amino tidak tergantung pada tingginya kandungan protein kasar, melainkan pada pengolahan dan kondisi penyimpanan yang tepat. Intinya, tngginya kandungan protein kasar tidak menjamin kualitas SBM yang baik,” sebut Nishchal.
Lebih lanjut, Nishchal mengatakan, harga beli SBM yang berasal dari Amerika Serikat di Indonesia menyentuh angka 764 US Dollar per metrik ton dengan tingkat inklusi SBM pada masing-masing fase broiler pre-starter, starter, grower dan finisher adalah 31%, 22%, dan 16%.