Patung ayam Sumatera Barat
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Diselenggarakan pada Hari Kamis (30/07), Fakultas Peternakan Universitas Andalas (UNAND) menggelar webinar dengan tema “Potensi Pengembangan Ayam Kokok Balenggek ‘Ayam Penyanyi’ Sumatra Barat”. Dalam seminar tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Dr. Ir. Atien Priyanti Sp. M.Sc selaku peneliti Puslitbang Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Ir Firda Arlina M.Si selaku dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Dr. Rusfidra, S.Pt., M.P yang juga dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas, serta perwakilan dari pemerintah Kabupaten Solok, Sumatra Barat.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. James Hellyward, MS., IPU., ASEAN Eng. selaku dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas mengatakan ayam kokok balenggek yang juga disebut ayam penyanyi ini memiliki potensi untuk dilestarikan dengan baik. “Dengan diadakan webinar ini semoga silaturahmi tetap bisa kita jaga, dan kita bisa saling sharing pengetahuan. Saya berharap ayam balenggek yang merupakan maskot Kabupaten Solok ini bisa menjadi ayam lokal uang go regional.” Ungkap James saat membuka acara webinar tersebut.
Baca Juga: Peran Ayam Lokal Memutus Rantai Kemiskinan dan Malgizi
Ayam kokok balenggek ini memang menjadi salah satu kekayaan plasma nutfah ayam lokal yang perlu tetap dijaga kelestariannya. Ayam yang berasal dari Kabupaten Solok, Sumatra Barat ini memiliki banyak julukan dengan ciri khasnya yang bervariasi, seperti tadung yang memiliki kaki, paruh dan mata berwarna hitam. Jalak yang memiliki kaki, paruh dan mata berwarna kuning, kurik, dimana kaki, paruh dan mata berwarna lurik. Kanso dimana seluruh bulu berwarna abu-abu, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ayam balenggek yang memiliki kelebihan disuaranya ini disebut juga ayam penyanyi karena ia bisa mengeluarkan irama yang bertingkat atau bervariasi sehingga seolah ayam ini bisa mengeluarkan irama nyanyian dari suaranya. Seiring dengan banyaknya perlombaan, membentuk komunitas, dan selalu diadakan monitoring, harapannya ayam balenggek dapat terus dikembangkan dan dilestarikan dengan baik.