Bagi Wini Tiofani, bekerja di dunia peternakan merupakan sebuah pengalaman yang sangat menarik. Menurut gadis kelahiran Kabupaten Ciamis, 21 Agustus 1992 ini, sektor peternakan merupakan dunia yang tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Bagaimana manusia mendapatkan gizi yang baik namun dalam harga yang relatif terjangkau, dapat dijawab dengan protein hewani khususnya yang berasal dari unggas.
Memulai kariernya sebagai admin produksi di PT Multi Sarana Pakanindo sejak 2010 hingga sekarang, membuatnya sedikit banyak mengerti tentang bagaimana sektor perunggasan berjalan. Wini melihat sektor perunggasan yang sekarang harus terus berbenah dengan memanfaatkan teknologi yang ada supaya dapat terus menyediakan gizi bagi penduduk yang terus bertambah.
Baca Juga : Kampanye Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Melalui Festival Ayam dan Telur
Menurutnya, budi daya unggas yang banyak berlokasi di perdesaan juga dapat menekan laju urbanisasi. Angkatan kerja yang berada di desa, bisa tetap produktif dengan usaha budi daya yang tidak mungkin dilakukan di perkotaan. “Penggunaan kandang closed house semakin meningkat dan menyebar hampir di setiap wilayah khususnya wilayah perdesaan. Tentu ini bisa menjadi salah satu cara agar anak muda bisa tetap berkarya di kampung halamannya masing-masing,” paparnya kepada Poultry Indonesia, Jum’at (1/11). Domi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2019 dengan judul “Wini Tiofani, Industri Unggas Bisa Menekan Laju Urbanisasi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153