POULTRYINDONESIA, Bogor – Dalam sebuah pertemuan perunggasan yang terselenggara di IPB Convention Center, Bogor, Rabu (08/11), Wismarianto resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Ketua Peternak Pembudidaya Unggas Niaga (PPUN) Periode 2023 – 2028. Pelantikan dilakukan oleh Maino Dwi Hartono, selaku Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang turut dihadiri oleh pengurus PPUN, perwakilan berbagai asosiasi perunggasan serta perwakilan dari pemerintah.
Sebagai Ketua PPUN yang baru dilantik, Wismarianto menyampaikan bahwa dalam jangka pendek PPUN akan mengupayakan koordinasi bersama pemerintah serta para perusahaan besar yang mempunyai barang banyak, untuk menemukan solusi bagaimana harga output ini bisa diatas harga pokok produksi (HPP). Dirinya yakin, perusahaan besar mempunyai pengalaman dan kapasitas untuk hal tersebut. Mungkin karena ego yang masih ada hal ini belum menemui titik temu, sehingga biar PPUN sebagai perwakilan peternak rakyat yang bersuara.
“Hal ini tentu tidak bisa diselesaikan secara sepihak dan masing-masing, namun harus duduk bersama untuk menguraikan persoalan yang ada, baik peternak, pemerintah, perusahaan besar serta akademisi. PPUN sendiri berharap peternak kecil bisa tumbuh dan berkembang, begitupun pada perusahaan yang besar. Maka kami selalu menggaungkan, mari membesarkan yang kecil dan tidak mengecilkan yang besar,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Toto ini menyampaikan beberapa usulan-usulan yang menjadi prioritas PPUN, yaitu pengawasan terhadap pelaksanaan Permentan No 32 Tahun 2017, dengan cara mengaudit jumlah populasi ayam broiler skala nasional sehingga dapat diseimbangkan dengan permintaan pasar. Kemudian mendorong pelaksanaan Permentan No 32 Tahun 2017, khususnya kuota DOC FS 50% untuk peternak mandiri dan 50% untuk perusahaan besar agar dapat dilaksanakan secara benar. Selanjutnya mendorong agar pelaksanaan pembangunan RPA untuk mengamankan 100% LB bagi perusahaan yang sudah diperintahkan sejak tahun 2017 dengan janji penyesuaian selama 2 tahun segera dapat direalisasikan. Terakhir segera terbentuk segmentasi pasar yang jelas bagi peternak kecil mandiri dan perusahaan besar.
Sementara itu, dalam sambutannya Maino mengharapkan adanya sinegri, kerja sama dan kolaborasi yang lebih kuat di ekosistem perunggasan ini. Menurutnya perunggasan ini menjadi sektor usaha yang vital dan telah berperan penting dalam upaya pengentasan stunting. “Yang tidak kalah penting dan juga sudah disinggung oleh Ketua PPUN, sebesar apapun usaha peternak hal itu telah membangun ekonomi kerakyatan. Membesarkan yang kecil, tanpa mengecilkan yang besar tentu menjadi tujuan semua stakeholders. Bagaimana usaha rakyat ini juga bisa berkembang. Banyak faktor dan variable yang harus dibenahi bersama mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
 
Pengurus Peternak Pembudidaya Unggas Niaga (PPUN) Periode 2023-2028
Ketua PPUN : Ir. Wismarianto B. A 
Sekretaris Jenderal PPUN : Kadma Wijaya, S.E
Wakil Sekretaris PPUN : I Wayan Suadnyana S.Pt 
Bendahara PPUN : Andri Wiliandri, S.E
Humas & Kesekretariatan PPUN : Bambang Herwindo S.Pd