POULTRYINDONESIA, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Zoonosis Sedunia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerjasama World Animal Protection (WAP) melaksanakan kegiatan peningkatan literasi jurnalis dan konsumen terhadap keamanan pangan, Jakarta, Jumat (14/7).
Pada acara tersebut YLKI mengungkapkan kekhawatirannya terhadap hubungan antara standar kesejahteraan hewan ternak yang rendah dengan peningkatan risiko zoonosis yang tentunya menjadi ancaman kesehatan konsumen. Acara ini menggandeng drh. R. D. Wiwiek Bagja sebagai Konsultan Pakar dan Assesor Bidang Kesejahteraan Hewan.
“Kesejahteraan hewan ternak yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang rentan terhadap penyakit menular. Praktik-praktik intensif, penggunaan antibiotik secara berlebihan, dan kondisi hidup yang tidak memadai pada hewan ternak dapat menyebabkan penyebaran penyakit dan mutasi yang berbahaya yang menimbulkan potensi bencana baru, yaitu Bakteri Kebal Antibiotik,” jelas Wiwiek.
Baca Juga: Pentingnya Mempertahankan Sistem Imunitas dalam Pemeliharaan Layer
Wiwiek juga mengatakan bahwa para pelaku usaha bidang pangan dan produsen daging serta bahan pangan hewani memiliki peran penting dalam mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan ternak. Adopsi praktik yang lebih baik, seperti memberikan lingkungan hidup yang sehat, mengurangi stres, memberikan akses ke air bersih dan pakan berkualitas, serta mengurangi penggunaan antibiotik secara berlebihan, dapat membantu memperbaiki kondisi kesejahteraan hewan dan mengurangi risiko zoonosis.
Sementara itu, YLKI mendesak agar perhatian diberikan pada kesejahteraan hewan ternak sebagai upaya yang krusial dalam mencegah zoonosis. Sri Wahyuni, selaku Sekretaris YLKI, mengatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah, industri peternakan, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam melindungi kesehatan manusia dan mengurangi risiko zoonosis. Langkah-langkah pencegahan yang proaktif dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan ternak dapat membantu mengurangi ancaman yang dihadapi oleh masyarakat global.
“Kami akan terus berkomitmen untuk terus mengadvokasi standard kesejahteraan hewan ternak yang tinggi dan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama dalam meminimalkan risiko zoonosis” pungkasnya.