Dalam kegiatan usaha budi daya ayam ras, perlu adanya manajemen yang baik yang dilakukan oleh setiap unsur yang ada di suatu peternakan. Kemampuan pengamatan dari manajer atau operator kandang sangat penting dalam menjaga kenyamanan ternak. Oleh karena itu perlu ditekankan bagi para manajer dan operator untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa lingkungan di sekitar ternak dan korelasinya dengan tingkah laku ayam.
Menjaga kualitas udara di dalam kandang merupakan salah satu kegiatan penting dalam suatu usaha budi daya ayam ras. Udara merupakan salah satu komponen zat yang sangat penting agar ternak bisa berproduksi sesuai dengan potensi genetik yang dimiliki.
Salah satu kunci untuk mencapai performa unggas yang maksimal adalah dengan melihat seberapa bagus kualitas kadar oksigen yang ada di dalam kandang tersebut. Oksigen merupakan unsur terpenting yang harus dipenuhi dalam proses budi daya. Ketika kebutuhan akan oksigen terpenuhi, maka organ-organ lainnya akan berfungsi sebagaimana mestinya. Sebelum ternak melakukan berbagai aktivitas seperti bergerak, makan, minum, dan lainnya, harus ada rangsangan dari otak sebagai pusat koordinasi dari organ lainnya yang ada di tubuh ayam. Oksigen dibutuhkan oleh otak untuk dapat bekerja dengan baik, sehingga ketika suplai oksigen ke otak ayam sudah terpenuhi, maka otak akan memerintahkan organ lainnya untuk dapat bergerak melakukan berbagai aktivitas seperti makan, minum, tidur, dan lain sebagainya.
Oksigen yang ada di dalam kandang juga harus dipastikan berada di mana ayam itu hidup, yaitu pada sekitar 20-30 cm dari alas kandang. Oleh karenanya, arah udara yang bergerak di dalam kandang harus lah dapat dikontrol semaksimal mungkin agar setiap ekor ayam yang ada di dalam kandang mendapatkan oksigen yang sama antara satu dengan lainnya. Hal itu berlaku baik ayam yang berada di dekat inlet atau di posisi paling depan, di tengah kandang yang dekat dengan pintu masuk tengah, maupun ternak yang berada di paling ujung belakang seperti dekat exhaust fan.
Penurunan kualitas oksigen di dalam kandang bisa terjadi karena salah satu hal seperti tercemarnya udara di kandang akibat adanya unsur lain akibat pergerakan dan pertukaran udara yang kurang baik. Secara fisiologis, ayam menghirup Oksigen (O2) dan melepaskan Karbon dioksida (CO2) dan Uap air (H2O). Karbon Dioksida memiliki massa partikel yang lebih berat dari oksigen, sehingga CO2 cenderung berada di daerah alas kandang atau berada di tempat di mana ayam itu hidup. Selain itu kandungan amonia (NH3) juga perlu diwaspadai karena memiliki massa yang lebih ringan daripada oksigen (lihat Tabel 1).
Tabel 1 : Standar kualitas udara yang baik di kandang
No |
Parameter |
Ukuran Standar |
1 |
Oksigen |
≥ 19,6% |
2 |
Karbon dioksida |
≤ 0.3% |
3 |
Karbon monoksida |
≤ 10 ppm |
4 |
Amonia |
≤ 10 ppm |
5 |
Kelembapan Relatif (RH) |
45 – 65% |
6 |
Kecepatan angin setelah 28 hari (Air Velocity) |
350 – 500 FPM (Feet per Minute) |










