Pengurus GPPU Kunjungi Bapak Pramu Suroprawiro yang merupakan salah satu pelopor berdirinya asosiasi GPPU
POULTRYINDONESIA, Bogor – Seperti namanya, GPPU atau Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas merupakan asosiasi yang didalamnya menaungi berbagai perusahaan pembibitan unggas di seluruh Indonesia. Asosiasi yang lahir sejak Desember 1970 ini, saat ini memiliki total anggota sebanyak 35 perusahaan pembibitan. Untuk mengenang sejarah serta untuk tetap menjalin silaturahmi, para jajaran pengurus GPPU bertandang ke kediaman sosok yang sangat berpengaruh di industri perunggasan ini, yaitu Pramu Suroprawiro di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (17/11).
Baca juga : Dinamika Industri Obat Hewan Indonesia
Pramu merupakan sosok yang lebih dari setengah abad mengabdi di dunia perunggasan (1951-2002), dan juga merupakan salah satu pelopor berdirinya asosiasi GPPU. Namanya memang tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan perunggasan tanah air. Bagaimana tidak, lebih dari dua pertiga umurnya didedikasikan di dunia peternakan.
Dalam obrolan hangat tersebut Pramu berpesan untuk GPPU, meskipun di dalamnya terdiri dari banyak perusahaan yang saling bersaing, ia mengatakan bahwa persaingan ini harus berjalan secara sehat, tidak saling menjatuhkan, tidak saling bertengkar, dan harus bisa bersatu membangun perunggasan ke depan. Ia juga mengatakan bahwa para perusahaan besar harus mengerti dengan kondisi peternak kecil, dan para peternak kecil juga tidak bisa jalan sendiri, karena ini menyangkut kepentingan bersama.
“Dengan keadaan perunggasan saat ini, dengan fluktuatif harga yang tinggi, ditambah lagi harga produksi yang tinggi baik harga pakan maupun DOC, GPPU harus bisa membuat semuanya bisa hidup berdampingan antara perusahaan besar dan peternak mandiri. Saya sangat mengapresiasi saat ini sudah bermunculan perusahaan yang bisa berintegrasi untuk Indonesia. Dengan berintegrasi ini menurut saya merupakan cara ideal untuk bisa tumbuh, mereka punya budi daya, punya pabrik akan, punya rumah potong ayam, bahkan ada yang sudah membuat pabrik tepung telur. Kalau seperti ini bisa jalan, akan begitu hebat jalannya perunggasan kita, saya harap GPPU bisa menghimpun semua ini, agar semuanya bisa sama-sama jalan,” ungkap laki-laki yang berusia 89 tahun ini.
Lebih dalam Pramu juga berharap bahwa peternakan kita bisa beralih pada sistem kemitraan, seperti yang memang sudah dikerjakan oleh negara lain, seperti Filipina yang memang secara keseluruhan sudah berbentuk kemitraan, bahkan tidak hanya budi daya saja, bahkan feedmill, rumah potong ayam, bahkan food processing juga sudah berbentuk kemitraan disana.
“Satu hal lagi yang saya sarankan, bahwa peternak mandiri ini bisa bermitra dengan perusahaan besar. Jadi perusahaan besar yang menjadi inti ini bisa menyejahterakan para peternak mandiri, melalui sistem kemitraan ini, yang saya perhatikan begitu. Jadi kalau bisa, para perusahaan ini juga memikirkan para peternak mandiri untuk bisa menjadi plasma dari perusahaan intinya, supaya semuanya sama-sama bisa hidup, jadi kemajuan perunggasan ini bisa dirasakan. Saya rasa ini cara yang terbaik untuk bisa menyelamatkan semuanya,” ucap Pramu.
Achmad Dawami selaku Ketua Umum GPPU yang hadir dalam diskusi melihat sosok Pramu, ini adalah sosok yang tetap komit terhadap industri perunggasan, meskipun sudah berusia hampir 90 tahun.
“Jadi kita hadir kesini itu, tidak melupakan sejarah, bagaimanapun juga GPPU itu Beliau lah foundernya. Beliau juga terus mengikuti perkembangan dan terus memberikan saran dan kritik yang membangun, bahkan sampai sekarang pun dirumah beliau masih ada kandang ayam. Pak Pramu ini adalah sosok yang selalu berpikir positif, jujur, pekerja keras, dan memiliki kapabilitas yang baik di bidangnya. Beliau juga memberi pesan kepada masyarakat untuk terus mengonsumsi protein hewani terutama dari produk-produk unggas, yaitu daging ayam dan telur. Karena memang dengan protein hewani inilah yang membuat dia tetap sehat ingatnya pun tak luntur sedikit pun, Beliau adalah sosok yang pemikirannya selalu ke depan,” ujar Dawami.
Senada dengan itu, Krisantono selaku Ketua GPPU periode sebelumnya yang juga hadir dalam diskusi ini mengatakan bahwa ia sangat kagum dan sangat mengapresiasi dengan sosok Beliau.
“Kita tahu bahwa beliau ini adalah produk lama, tapi pemikirannya itu tidak kalah dengan generasi-generasi sekarang, jadi itu yang saya rasa perlu kita contoh juga dari pribadi seorang Pramu. Mengenai kiprah Beliau di GPPU, Beliau itu sangat konsisten mengenai komitmen Beliau untuk kemajuan GPPU. Karna bagaimanapun juga Beliau sebagai salah satu pendirinya, merasa bertanggung jawab sampai hari ini, Beliau memiliki harapan yang besar dengan GPPU, itu berarti ada perhatian, Beliau masih ada rasa memiliki di GPPU ini, jadi sense of belonging Beliau itu sangat besar, ini saya rasa yang harus dimiliki oleh kita bersama,” terang Kris.
Selain itu ia juga berharap GPPU bukan hanya sekedar tempat untuk berkumpul, bukan hanya sekedar tempat saling bertemu, tapi juga suatu way of life untuk semua. Sosok Pramu ini merupakan sosok pribadi yang harus kita contoh, untuk kita sebagai penerus di sektor perunggasan ini, semangat ini harus kita teruskan untuk membangun perunggasan.