Pelepasan Ekspor Telur Tetas ke Myanmar
POULTRYINDONESIA, Klaten – Bisnis perunggasan Indonesia kembali menembus pasar mancanegara di tengah pandemi Covid-19. Kali ini PT Januputra Sejahtera mengekspor telur tetas (hatching egg) ayam broiler ke Myanmar dan Vietnam. Di tengah pandemi Covid-19 dan menurunnya daya beli masyarakat, peternak terus berupaya mencari peluang usaha untuk bisa mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya.
Menurut komisaris utama PT Januputra Sejahtera, Singgih Januratmoko, perusahaannya sejak tahun lalu sudah mulai merintis dan membidik pasar mancanegara. Salah satu peluangnya adalah kebutuhan telur tetas (hatching egg) parent stock ayam broiler di Myanmar, Afrika, Kamboja dan Vietnam. “Sebagai perusahaan perunggasan yang bergerak di hulu atau pembibitan, ada peluang kebutuhan parent stock (PS) ayam broiler di kedua negara itu. Akhirnya kami mendapat pasar untuk mengirim secara reguler,” jelas Singgih melalui pesan tertulis, Sabtu, (14/6).
Baca juga : CPI Ekspor Produk Olahan ke Qatar
Ekspor perdana ini ditujukan ke Myanmar sebanyak 166.000 butir telur tetas PS. Dari jumlah tersebut akan menghasilkan sedikitnya 24 juta ekor final stock ayam broiler. “Tahap awal pada Agustus ini kami ekspor 66.000 butir HE dan pada September 99.000 butir,” ujar Singgih yang juga Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar Indonesia).
Selain ke Myanmar, PT Januputra juga akan mengekspor telur tetas PS ke Vietnam sebanyak 145.000 butir yang nantinya menghasilkan 21 juta ekor anak ayam atau final stock DOC (day old chicken). “Ekspor ke Vietnam kami lakukan November dan Desember tahun ini,” dia menambahkan.
Lebih lanjut menurut Singgih, upaya ekspor yang dilakukan PT Januputra, selain menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global, juga sebagai antisipasi over supply produksi ayam broiler yang sudah terjadi tiga tahun terakhir. “Ini bentuk komitmen kami untuk mengatasi masalah over supply produksi ayam broiler sehingga diharapkan bisa membantu peternak mandiri di dalam negeri,” tegas Singgih.