Proteksi terhadap peternak rakyat menjadi tugas pemerintah
POULTRYINDONESIA, Malang – Populasi ayam petelur di Jawa Timur (Jatim) tercatat sebanyak 52,6 juta ekor. Dengan populasi sebanyak itu membuat Jatim berkontribusi sebesar 28% terhadap populasi ayam petelur Nasional, dan menempati peringkat 1 Nasional, seperti yang disampaikan oleh Ir.Indyah Aryani, MM, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Selasa, (23/11).
Baca juga : Perlu Membangun Ekosistem Pangan Nasional
“Dengan populasi sebanyak itu, mampu menghasilkan telur sebanyak 557.762 ton, yang berkontribusi sebanyak 29% terhadap produksi telur secara nasional,” jelasnya dalam Seminar Nasional Hasil – Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang, yang berlangsung virtual via Zoom Meeting.
Menurut Indyah, dengan produksi yang cukup banyak tersebut, membuat Jatim mampu menyuplai telur ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur (NTT),Papua, Bali, Sulawesi, Jawa Barat dan Maluku.
“Bahkan kami sudah melakukan ekspor berupa telur olahan ke Amerika Serikat,” ungkapnya.
Dengan dukungan populasi yang cukup besar ,kiranya membutuhkan peran pemerintah dan perguruan tinggi dalam menunjang peternakan yang berkelanjutan. Menurut Indyah peran itu dilakukan dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia ( SDM) yang unggul dalam bidang dokter hewan, sarjana peternakan, paramedis dan petugas lapangan. Memberikan pendidikan berkelanjutan, dalam bentuk workshop, seminar, dan pelatihan. Penelitian dan inovasi, yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas ternak, imbasnya diharapkan untuk meningkatkan penghasilan peternak.
“Dan tak kalah pentingnya adalah adanya pengabdian masyarakat, sebagai bentuk kerja nyata dari tri dharma perguruan tinggi dalam pengembangan peternakan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain ayam petelur, di Jatim juga memiliki populasi ayam pedaging yang cukup besar, untuk populasi ayam pedaging sebanyak 256 juta ekor, yang berkontribusi sebanyak 14%,terhadap populasi ayam pedaging secara nasional, dan menempati peringkat dua secara nasional.
Disisi lain Jatim sudah bisa melakukan ekspor produk non pangan asal hewan, seperti bulu bebek ke 14 negara, pakan unggas ke Timor Leste dan Spanyol, bahan pakan asal hewan ke Korea Selatan dan Vietnam, kulit ke 47 negara serta pet food ke Amerika Serikat, Jepang dan Malaysia.