POULTRYINDONESIA, Gowa – Jepang bisa terbebas kembali dari Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) hanya dalam waktu 130 hari. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. drh. Indi Dharmayanti, M.Si, Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN, ketika menjadi salah satu narasumber dalam acara Milenial Agriculture Forum (MAF) Volume 3 Edisi 29 yang bertema “Kesehatan Ternak Pemanfaatan Limbah Ternak serta Sosialisasi Lomba Video Kreatif di MIA Outlet”. Acara ini diadakan oleh Polbangtan Gowa secara daring via aplikasi Zoom meeting dan Youtube, Sabtu (6/8).
Menurut Indi, saat itu wabah terjadi pada 19 April 2010, dan mereka langsung melakukan trace back (penelusuran terhadap kejadian penyakit). Setelah dilakukan penelusuran diketahui bahwa masuknya virus penyebab PMK itu terjadi sebulan sebelumnya.
Dirinya melanjutkan bahwa pihak Pemerintah Jepang secara cepat memutuskan untuk melakukan vaksinasi, agar wabah ini cepat teratasi. “Pada 19 Mei 2010 Pemerintah Jepang memutuskan untuk melakukan vaksinasi dan vaksinasi dilakukan beberapa hari kemudian tepatnya di tanggal 22 Mei 2010, vaksinasi PMK mulai dilakukan,” tegasnya.
Baca Juga: Kemeriahan Kontes Ayam Kate
Setelah vaksinasi, wabah PMK semakin terkendali dan kejadian penyakit semakin menurun hingga akhirnya pada 27 Agustus 2010 yakni hari ke-130, Pemerintah Jepang menyatakan sebagai akhir dari wabah PMK. Dan diakui OIE (Organisasi Kesehatan Hewan Dunia), sebagai negara terbebas kembali dari PMK pada 5 Februari 2011.
Indi juga menceritakan bahwa dalam wabah PMK ini, pihak BRIN sudah melakukan deteksi dan isolasi virus PMK, begitu karakterisasi virus secara whole genom sequencing, mengembangkan vaksin inaktif, dan sudah mendapatkan master seed vaksin yang siap diuji coba potensinya pada sapi.
“Kami juga melakukan Pengembangan vaksin rekombinan, pengembangan adjuvan vaksin, pengembangan antibodi monoklonal dan mengembangan kit diagnosa secara cepat,” pungkasnya.