POULTRYINDONESIA, Cianjur – Berbicara mengenai ayam hias, seperti tidak akan ada habisnya. Seperti ayam kate, eksotisme dan keunikan yang dimilikinya membuat semua orang tertegun. Terlebih lagi, dewasa ini penghobi ayam kate terus bertambah di Indonesia. Menangkap peluang tersebut, Komunitas Kate Cianjur Ngahiji (Kanji) bersama Asosiasi Pecinta Ayam Hias (APAH) regional Cianjur menggelar kontes ayam kate dengan tajuk “Kanji Cup 2 dan Pameran Ayam Hias” di Kampung Budaya Padi Pandan Wangi, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (7/8).
Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Kanji Cup 2 dan Pameran Ayam Hias, Saepulloh mengatakan bahwa acara ini sekaligus memperingati hari jadi Kanji yang ke-1. Selain itu, acara ini menjadi wadah silaturahmi antar komunitas dan sebagai bentuk upaya untuk melestarikan ayam lokal.
“Kanji Cup 2 dan Pameran Ayam Hias ini merupakan gelaran kontes yang ke-2 dan hari ini juga turut memperingati hari jadi Kanji ke-1. Acara ini didukung secara aktif oleh 14 komunitas ayam hias yang berasal dari beberapa region. Harapan kami dengan adanya kontes dan pameran ini maka dapat memberikan semangat kepada para penghobi dan peternak ayam hias lokal,” kata pria yang akrab disapa Kang Ipul.
Baca Juga: Memperbaiki Mutu Genetik untuk Menghasilkan Ternak Yang Produktif
Dirinya melanjutkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan gairah para penggemar ayam kate, sehingga lebih semangat lagi dalam berbudi daya. Terlebih saat ini juga terdapat jenis-jenis ayam hias dari luar negeri, sehingga menurutnya dengan adanya kontes semacam ini juga dapat mengangkat popularitas ayam hias lokal asli Indonesia.
Selanjutnya, Kepala Seksi Produksi Peternakan Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Cianjur, M. Agung Rianto, S.Pt. memberikan sambutan sekaligus memotong tumpeng sebagai pembukaan acara. Ia mengatakan, kontes ayam hias ini harus terselenggara secara konsisten, sehingga dapat membuka peluang pasar lebih luas.
“Kanji Cup 2 dan pameran ayam hias ini terdapat 56 komunitas yang terdiri dari beberapa regional seperti Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Saya harap Kanji Cup dapat digelar secara konsisten tiap tahunnya dan kalau bisa semua komunitas ayam hias mengikuti langkah Kanji untuk dapat menyerap ketenagakerjaan dan membuka peluang pasar,” ucap Agung.
Lebih lanjut, Agung mengucapkan bahwa dirinya akan selalu mengawali kontes dan pameran yang terselenggara di Kabupaten Cianjur. Dirinya selalu mendukung setiap acara yang terkait peternakan untuk mempertahankan eksistensi penghobi dan peternak ayam hias di Cianjur.
“Dinas Peternakan Kabupaten Cianjur aktif memberikan pembinaan kepada seluruh peternak di Cianjur. Salah satu yang kami bina ialah mengenai kesehatan unggas mengenai penyakit Avian Influenza dan tetelo. Oleh sebab itu, budi daya ayam hias juga harus memperhatikan biosekuriti untuk menghindari outbreak penyakit yang tidak diinginkan,” pungkas Agung.
Untuk informasi, terdapat 4 kategori dalam kontes ini, antara lain anakan, remaja, betina dewasa, dan jantan dewasa. Adapun kontestan yang turut memeriahi acara ini terdapat 107 total peserta yang berasal dari daerah Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.