ayam lokal sebagai plasma nutfah asli Indonesia
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Indonesia kaya akan sumber daya genetiknya, sehingga potensinya perlu digali untuk meningkatkan ekonomi maupun menunjang ketersediaan protein hewani bagi masyarakat. Potensi tersebut salah satunya berasal dari unggas lokal.
Alasan tersebut mendorong ISPI KALBAR, LPPNU Kalbar, KTM, Pusat Kajian Peternakan LPPM UNTAN, NUK dan Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar untuk mengadakan webinar nasional perunggasan Kalimantan Barat dengan tema “Potensi Unggas Lokal Kalimantan Barat, Mandiri Bibit, dan Pakan” melalui aplikasi Zoom, Kamis (17/12).
Ir. Muhammad Munsif, MM selaku Kepala Dinas Pangan menuturkan bahwa dilihat dari segi peternakan, NTP (Nilai Tukar Petani) Kalimantan Barat masih kurang dari 100 yang artinya petani maupun peternak di Kalimantan Barat masih belum sejahtera.
“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita bersama di tengah klaim bahwa daging ayam dan telur sudah swasembada,” jelasnya.
Munsif menjelaskan bahwa untuk meningkatkan NTP peternak, dapat didorong dengan pengembangan ayam lokal. Akan tetapi, kendala yang masih dihadapi pada unggas lokal di Kalbar yaitu belum tersedianya breeding farm ayam lokal yang berskala menengah sampai besar.
Baca Juga: Pesan Daging Ayam Lokal Kini Bisa Melalui Aplikasi
“Kami dari pemerintah akan terus mendukung tumbuhnya usaha pada penyediaan bibit ayam lokal serta mendukung sertifikasinya agar kualitas dari bibit tersebut terjamin. Tanpa ketersediaan bibit yang baik saya kira impian untuk mengembangkan komoditas ayam lokal masih sangat jauh,” ujarnya.
Menanggapi dari penyediaan bibit ayam lokal, Joko Susilo, S.Pt selaku Sekertaris Jenderal PB ISPI dalam pemaparannya mengatakan bahwa memang usaha breeding ayam lokal ini cukup berisiko.
Joko menambahkan untuk pemilihan beternak ayam kampung asli atau joper, utamanya harus dilihat dari ketersediaan bibit, kualitas DOC yang berkualitas, HPP, dan melihat kondisi pasar yang ada.
“Harga di pasar ini penting karena kalau hanya ingin memelihara saja, sama saja dengan bunuh diri,” ujarnya.