
Komitmen dan kepedulian dalam mendukung program pemerintah untuk mengatasi tantangan resistensi antimikroba (AMR). PT Zoetis Animalhealth Indonesia, menyelenggarakan seminar “Zoetis Responsible Use of Antibiotics Stewardship” pada 17 – 18 Juli 2019 di Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta dan Hotel Mulia Senayan Jakarta.
Seminar ini dimoderatori oleh Prof.Dr.drh I Wayan T. Wibawan, MS dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, seminar ini menghadirkan pembicara Senior Analyst, RaboResearch Food & Agribusiness, Ben Santoso. Research Director, External Innovation – Anti Infectives Zoetis, Dr. Jeffrey L. Watts, PhD, RM (NRCM), M (ASCP) dan Director Outcomes Research, International Center of Execellence Zoetis Dr. Choew Kong Mah, DVM.
Dalam sambutannya drh. Ulrich Eriki Ginting, MM selaku GM Zoetis Animalhealth Indonesia mengatakan bahwa “Topik mengenai AMR terus berkembang, banyak dibahas di dunia, khususnya di Indonesia seperti diketahui peraturan pemerintah sudah berlaku 2018 lalu, Zoetis pun berusaha mengimplementasikan peraturan tersebut agar dapat digunakan oleh kita semua. Zoetis berkomitmen untuk memberikan hal dan informasi yg relevan dengan operasional di farm sehingga efektifiktas dan produktifitas dapat tercapai,” ujarnya.
Kesadaran akan keamanan pangan dan pengetatan penggunaan antibiotik dalam produk hewani meningkat secara global. Hal ini berkaitan dengan masalah resistensi antibiotik pada manusia dan kebutuhan kritis untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh resistensi antimikroba terhadap kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
PT Zoetis Animalhealth Indonesia berkomitmen untuk selalu berinovasi dan menemukan cara untuk melindungi hewan dari berbagai penyakit yang muncul dan berpartisipasi untuk memerangi resistensi mikroba yang mengancam. Maka dari itu, untuk memberikan informasi terkait, Zoetis tidak hanya mengundang pelaku usaha saja untuk hadir pada seminar ini. Namun mengundang pula berbagai stakeholder yang terkait di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan – Kementerian Pertanian dan FAO.

Ia pun mengatakan tujuan seminar tersebut diadakan untuk berbagi informasi mengenai peraturan global mengenai AMR dan bagaimana Zoetis menanggapi peraturan yang telah diberlakukan serta mempromosikan cara penggunaan antibiotik yang bijak dan bertanggung jawab. Selain itu Zoetis berkeinginan untuk berbagi mengenai outlook protein hewani di dunia beserta peluang dan tantangannya untuk produsen dan pengolahan di Indonesia.
Peluang Tantangan dalam Industri Pangan
Peluang dalam industri pangan berasal dari unggas masih memiliki kesempatan yang sangat tinggi, Ben Santoso selaku Analyst, RaboResearch Food & Agribusiness Rabobank Singapore mengatakan “Industri pangan berbahan baku unggas masih terus berkembang jika dilihat dari permintaan pasar. Kebutuhan akan ayam segar masih sangat tinggi. Di berbagai wilayah di Asia, khususnya Asia Tenggara, permintaan ayam segar merupakan yang paling tinggi, para konsumen millenial sangat berpengaruh, pertumbuhan konsumsi broiler di Indonesia tetap tumbuh 6% CAGR dalam 5 tahun kedepan. Potensi inilah yang perlu dipersiapkan oleh kita,“ ucap Ben Santoso.
Selain pemaparan berbagai peluang pengembangan investasi dalam penyediaan produk protein hewani, Ben pun mengingatkan mengenai tantangan yang akan dihadapi oleh para pelaku industri di Indonesia, seperti wabah penyakit ternak yang menyerang di Indonesia, akses keuangan bagi peternak kecil untuk ekspansi jangka panjang, sumber daya yang terbatas untuk memperluas kapasitas produksi dan meningkatnya tekanan di lingkungan serta sosial.
Baca Juga : Peluang Usaha Budidaya Perunggasan









