Materi Prof. Ali Agus dalam webinar series Shandong Longchang Animal Health Product Co., Ltd (Lachance).
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Shandong Longchang Animal Health Product Co., Ltd (Lachance) menggelar webinar series dengan topik “Strategies to Costs Reduction and Performance Increasement During Ramadan in Global Muslim Countries” yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada tanggal 27-28 April 2022. Webinar yang membicarakan topik industri pakan unggas di China serta negara lain ini, menghadirkan para pembicara dari berbagai negara yang kompeten di bidangnya.
Pemaparan diawali oleh Mr. Samy Elsaadawy, selaku Ruminant Technical Service Manager, Shandong Longchang Animal Health Product Co. (Lachance) yang membawa tema “Innovative solution for animal fat nutrition and liver health”. Dalam materinya, dirinya memaparkan bahwa asam empedu yang baru-baru ini diperkenalkan oleh China dapat menjaga kesehatan hati dan usus. Selain itu, asam empedu juga berperan untuk meningkatkan fungsi hati menjadi lebih baik.
“Selain dapat menjaga kesehatan, berdasarkan hasil penelitian, asam empedu dalam penggunaan sebesar 80 mg/kg merupakan dosis ideal untuk dapat meningkatkan BW (Body Weight) dan ADG (Average Daily Grain). Melihat kondisi industri pakan dunia saat ini, maka asam empedu merupakan salah satu solusi untuk menekan biaya namun juga dapat meningkatkan kualitas pakan,” kata Samy dalam presentasinya, Rabu (27/4).
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng. selaku Guru Besar Department of Animal Nutrition and Feed Science, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada dengan materinya yang berjudul “Approach in searching antibiotic replacer and improving feed efficiency in Indonesia”. Melihat kondisi pakan di Indonesia, Ali mengatakan bahwa harga bahan pakan jagung lokal Indonesia saat ini menembus sampai Rp5000,00/kg. Oleh sebab itu, dirinya menghimbau untuk melakukan substitusi bahan pakan untuk keberlanjutan produksi pakan di Indonesia.

Baca juga : PIF 24, Membahas Kehalalan Produk Unggas

Hydrolized Palm Kernel Meal (HPKM) adalah bahan pakan alternatif yang sangat berpotensi untuk dijadikan pakan alternatif. Hal ini mengingat bahwa Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar dengan persentase produksi 58% dari total persentase produksi di dunia. HPKM ini juga dapat dijadikan sebagai sumber protein dengan kandungan protein kasar sebesar 16,2%,” kata Ali.
Ali juga menyebutkan, kualitas produk unggas dapat terus dikembangkan melalui feed additive. Dalam hal ini, asam organik dan essential oil dapat dijadikan sebagai pengganti Antibiotic Growth Promotor (AGP).
“Asam organik merupakan pengganti AGP yang menjanjikan karena dapat meningkatkan performa broiler, bahkan hasilnya lebih baik daripada penggunaan AGP. Sedangkan, essential oil dapat menekan persentase mortalitas lebih baik daripada antibiotik. Penggunaan antibiotik memiliki persentase mortalitas sebesar 6-7%, sedangkan dengan essential oil menjadi 5%,” lanjut Ali.
Sebagai perwakilan dari Negara Turki, Mr. Seyfi Ay selaku Deputy Chairman, Tetra Force Nutrition Inc., GM at NutriSay Trade and Consultancy Ltd banyak menceritakan kondisi industri pakan di Turki.  Seyfi menerangkan, tingginya biaya pakan di Turki disebabkan oleh beberapa faktor yaitu, inflasi atau meningkatnya kurs, pasokan bahan pakan yang tidak seimbang, mahalnya biaya energi yang disebabkan oleh konflik Rusia-Ukraina dan tingginya volatilitas. 
“Ketika melihat pada kurs US Dollar dan Euro, saat ini kurs Lira berada di titik 14-15 US Dollar dan 16 Euro. Angka tersebut meningkat dua kali lipat dari 1 tahun sebelumnya. Kemudian tingkla inflasi Turki juga sangat tinggi, yakni menembus sebesar 54% pada bulan Februari 2022. Hal ini sangat jauh berbeda dibandingkan pada tahun sebelumnya yakni hanya sebesar 16%. Kondisi ini lah yang menyebabkan industri perunggasan di Turki menjadi sulit,” terang Seyfi.  
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Song Zhigang, PhD, selaku Guru Besar Shandong Agricultural University, menceritakan kondisi industri pakan di China. Dirinya menyebutkan, bahwa saat ini industri pakan China sedang dalam kondisi stabil, walaupun terdapat kenaikan biaya pakan sebesar 8% ketika memasuki tahun 2022.
“Produksi pakan untuk layer pada bulan Maret 2022 sebesar 2,6 juta ton, yang mana meningkat sebesar 13% dari bulan Februari lalu. Sedangkan, pada produksi pakan broiler pada bulan Maret ini sebesar 7,3 juta ton, atau meningkat sebesar 19% dari bulan Februari lalu. Dilihat dari data tersebut, maka dapat dikatakan kondisi industri pakan China tidak mengalami perubahan yang besar,” ucap Song.