Oleh : Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM*
Industri peternakan broiler yang semakin meningkat menghasilkan limbah berupa litter dan menjadi ancaman pencemaran lingkungan. Setiap populasi 20.000 broiler menghasilkan ±15 ton litter. Kondisi makro dan mikroklimat kandang menjadi salah satu faktor keberhasilan peternakan. Keadaan makro dan mikroklimat kandang dapat dipengaruhi oleh ketinggian wilayah kandang. Suhu ekstrim dapat membuat ternak stres sehingga mempengaruhi produktivitas ternak. Suhu optimum untuk perkembangan dan pertumbuhan ayam broiler berkisar 18-21oC. Salah satu upaya memperbaiki manajemen pemeliharaan yang berkaitan dengan kenyamanan ternak yaitu penggunaan alas dan penghangat berupa litter.
Alas kandang (litter) memegang peranan penting dalam kegiatan budi daya ayam
Litter di Jawa Tengah umumnya berasal dari sekam padi. Komposisi litter ayam broiler setelah panen berupa manure, sekam, bulu dan sisa pakan. Litter yang bagus tidak menjadi tempat tumbuhnya parasit. Litter yang baik memiliki ciri tekstur kering, mampu menyerap air, tidak mengandung bahan yang berbahaya dan bebas dari debu. Profil dan kualitas litter ayam broiler yang dipelihara di kandang closed house pada ketinggian dataran yang berbeda dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Profil dan Kualitas Litter Ayam Broiler yang Dipelihara pada Kandang Closed House di Ketingginan Tempat yang Berbeda
Parameter |
Kandang Closed House Di Ketinggian |
||
<100 |
100-300 |
300-500 |
|
………………….mdpl……………………… |
|||
Ketebalan Litter (cm) |
6,27±125 |
6,52±0,38 |
8,01±0,82 |
Persentase Litter |
38,37±10,88 |
||
Sekam (%) |
61,43±10,88 |
30,48±7,81 |
39,24±13,35 |
Manure (%) |
69.52±7,81 |
60,75±13,16 |
|
Telur Cacing |
Negatif |
Negatif |
Negatif |
pH |
7,37±1,57 |
8,35±0,17 |
7,88±0,66 |
Kadar Air (%) |
22,71±0,64 |
24,65±0,80 |
22,85±0,22 |
Kadar Abu (%) |
25,55±3,51 |
22,79±1,36 |
23,98±1,23 |
Protein kasar (PK) (%) |
13,13±1,69 |
13,33±2,47 |
13,47±1,16 |
Serat kasar (SK) (%) |
24,31±5,28 |
24,94±8,03 |
20,77±1,81 |
Lemak kasar (LK) (%) |
2,47±1,95 |
1,28±0,81 |
1,41±0,74 |
Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) (%) |
34,54±3,92 |
37,65±6,29 |
40,37±3,39 |
Total Digestible Nutrients (TDN) (%) |
43,25±6,75 |
43,76±10,02 |
47,57±2,81 |
Pb (ppm) |
43,49±16,67 |
35,15±9,62 |
47,80±19,61 |
Cu (ppm) |
102,46±21,03 |
136,96±38,06 |
116,58±24,35 |
Merkuri (ppm) |
0,001 |
0,001 |
0,001 |
Antibiotik (ppm) |
0,00 |
0,00 |
0,00 |
Total Bakteri (cfu/g) |
29 × 107 |
61 × 107 |
190 × 107 |
Total Jamur (cfu/g) |
0 × 104 |
0 × 104 |
7 × 104 |
Total Bakteri Asam Laktat (cfu/g) |
7,00 × 106 |
3,48 × 106 |
5,46 × 106 |
Gram Positif (cfu/g) |
Batang, Soliter |
Batang, Soliter |
Batang, Soliter |
Gram Negatif (cfu/g) |
Tidak Ditemukan |
Tidak Ditemukan |
Tidak Ditemukan |
Salmonella sp |
0 |
0 |
0 |
Escherichia coli |
0 |
0 |
0 |
Clostridium sp |
Negatif |
Negatif |
Negatif |
Sumber: Data Penelitian Tim Cahya Setya Utama dkk, Keterangan: Mdpl: meter di atas permukaan laut
Jika melihat data pada Tabel 1. menunjukkan bahwa rata-rata ketebalan litter pada kandang closed house yaitu 6,27–8,01 cm. Ketebalan litter di awal periode pemeliharaan berkisar 5-8 cm, akan mengalami penambahan litter selama periode pemeliharaan. Ketinggian dataran termasuk ke dalam faktor makroklimat kandang yang berhubungan dengan kondisi mikroklimat kandang. Ketika suhu sekitar kandang rendah, maka dibutuhkan alas kandang yang tebal untuk membantu ternak mencapai comfort zone.
Ketebalan litter pada setiap kandang dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan, jenis ayam dan lingkungan kandang yang mencakup faktor ketinggian lokasi, suhu dan kelembaban. Selama proses pemeliharaan dilakukan pergantian dan penambahan litter untuk mengurangi kadar amonia dalam kandang. Kadar amonia yang tinggi di dalam kandang dapat menjadi awal munculnya penyakit pada ayam broiler.
Baca juga : Upaya untuk Menurunkan Kadar Amonia dalam Kandang dan Lingkungan










