POULTRYINDONESIA, Palu – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng) serius dalam mengentas kemiskinan selama masa tahun 2021 – 2026. Salah satunya dengan cara memberi bantuan bibit ayam dan itik seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Alfita, Dandy Alfita, Spt, MP pada Sabtu (13/11).
Baca juga : Aksi Damai Peternak Petelur Kediri
Menurut Dandy pemberian bantuan itu disalurkan melalui kelompok, dimana dalam satu kelompoknya terdiri dari 10 orang, yang nantinya dalam satu kelompok itu akan mendapatkan bantuan bibit sebanyak 200 ekor.
“Bantuan ini kami maksudkan agar para warga mampu mengembangkan bibit ayam maupun itik yang diberikan. Sehingga mampu untuk menopang perekonomian keluarga serta mampu meningkatkan gizi protein hewani warga miskin,” tegasnya dalam acara ‘Ketahanan Sektor Peternakan Sulawesi Tengah di Masa New Normal’ yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMATER) Universitas Tadulako secara virtual via Zoom Meeting.
Ia juga menjelaskan bahwa bantuan dalam bentuk bibit ayam dan itik ini agar memudahkan warga dalam pengelolaan. Berbeda dengan ternak ruminansia yang membutuhkan penanganan yang lebih. “Dan tidak menutup kemungkinan jika memang dibutuhkan, dalam kondisi kepepet warga dapat menjual ternaknya, “tegasnya.
Sementara itu Dr. Ir. Rusdin, M.P, Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako, menegaskan bahwa kebutuhan akan berkelompok pada peternak rakyat adalah sebuah keharusan. Sebab, dengan berkelompok itulah kondisi peternak semakin kuat. “Peternak harus berkelompok, bisa dalam satu kecamatan satu kelompok,” katanya.