Siti Mukharomah

Oleh : Siti Mukharomah*

Salmonelosis merupakan penyakit yang dapat menyerang hewan dan manusia. Penyakit tersebut disebabkan oleh Salmonella sp. Salmonelosis dapat dikatakan sebagai penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Salmonelosis yang menyerang peternakan ayam telah menyebabkan tingginya kematian terutama pada ayam muda.

Salmonela selalu menjadi ancaman peternakan ayam. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang bersifat kronis sehingga sulit untuk dilakukan eradikasi

Penanggulangan penyakit tersebut juga membutuhkan biaya yang tinggi sehingga berpengaruh pada produktivitas usaha peternakan ayam. Salmonelosis juga menyebabkan gangguan pertumbuhan, gangguan produksi, kenaikan jumlah ayam afkir, dan membuat unggas lebih rentan terserang penyakit lainnya. Salmonelosis cenderung menyebabkan penyakit yang bersifat kronis sehingga sulit untuk dilakukan eradikasi.
Penyakit pada ayam akibat Salmonella sp. antara lain yaitu infeksi pullorum, fowl typhoid, dan paratifoid. Penyakit pullorum adalah penyakit menular pada ayam dan menyebabkan kematian sangat tinggi terutama pada anak ayam yang berusia 1-10 hari. Penyebab pullorum adalah Salmonella pullorum. Gejala klinis yang dapat diamati adalah kurangnya nafsu makan, kehausan, lesu, sayap terkulai, gangguan syaraf, feses berwarna putih atau coklat kehijauan. Pada ayam dewasa yang terserang penyakit tersebut terkadang tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas sehingga mudah menularkan kepada ayam yang sehat dan berperan sebagai pembawa penyakit.
Baca juga : Perspektif Mahasiswa Terhadap Investasi Perunggasan dalam Alterasi Paradigma Masyarakat
Pada penyakit fowl typhoid disebabkan oleh agen penyakit bakteri Salmonella gallinarum yang terdistribusi di berbagai wilayah dunia. Penyakit tersebut banyak menyerang pada unggas yang sedang tumbuh dan memasuki usia dewasa. Fowl typohid dapat ditularkan melalui telur dan menyebabkan lesi yang sama dengan Salmonella pullorum.
Penyakit tersebut menyebabkan banyak kematian dan terkadang tanpa disertai gejala klinis. Umumnya hewan juga mengalami penurunan nafsu makan, pial berwarna merah tua, dan mengalami diare berwarna hijau. Penyakit tersebut menyebabkan kematian pada ayam dengan berbagai golongan usia.
Penyakit paratifoid disebabkan oleh spesies selain Salmonella pullorum dan Salmonella gallinarum yang merupakan suatu kelompok bakteri yang tidak memiliki host spesifik. Penyakit tersebut dapat menyebabkan penyakit septisemik akut pada ayam muda atau infeksi pencernaan kronis pada ayam dewasa. Ayam akan mengalami diare dan nekrosis fokal pada berbagai organ.
Tantangan yang dihadapi terkait penyakit salmonelosis yang bersifat zoonosis antara lain adalah penyebaran salmonela sangat luas dan persisten di lingkungan sehingga menyebabkan kesulitan dalam mengurangi penyebaranya. Salmonela juga dapat menyebabkan kematian pada hewan dan manusia. Pengobatan salmonelosis dapat dilakukan dengan penggunaan antibiotik akan tetapi masalah yang terjadi adalah munculnya resistansi antibiotik pada salmonela. Hal tersebut membuat upaya pengobatan belum dilakukan secara efektif.
Secara umum penularan salmonelosis dapat terjadi secara kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan. Penularan secara langsung terjadi karena kontak dengan lingkungan atau peralatan yang terkontaminasi bakteri Salmonella sp. Ternak unggas yang terserang salmonelosis dapat mencemari area sekitar dan penularan terhadap unggas lainnnya. Unggas yang terinfeksi suatu penyakit akan rentan menularkan ke hewan lainnya.
Salmonelosis telah menjadi perhatian utama dalam keamanan pangan. Pencegahan dan pengendalian penyakit salmonelosis secara umum dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip Hazzard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang merupakan suatu sistem jaminan mutu (keamanan pangan) yang telah diakui secara internasional yang mendasarkan pada kesadaran masyarakat, terutama konsumen bahwa bahaya akan timbul pada berbagai titik atau tahap produksi. Penerapan HACCP dapat diterapkan dalam rantai produksi mulai dari proses awal dalam peternakan ayam, penanganan, pengolahan, distribusi, sampai pemasaran.
Pencegahan masuknya bakteri Salmonella sp. ke dalam suatu kelompok ayam juga harus dilakukan dengan penerapan biosekuriti yang ketat. Ayam harus dipelihara dengan kandang yang dapat dilakukan sanitasi atau desinfeksi agar terbebas dari residu kuman Salmonela dari periode pemeliharaan sebelumnya. Selain itu, ayam harus diberi pakan dan minum yang terbebas dari kuman Salmonela dan menghilangkan sumber infeksi atau faktor pendukung terjadinya infeksi. *Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya