Koperasi menjadi kunci bagi peternak perunggasan untuk dapat terus bertahan dan mampu bersaing dalam kondisi saat ini
POULTRYINDONESIA, Lamongan – Peternak ayam baik broiler maupun layer saat ini sedang dalam suasana yang kurang baik. Sebab, para peternak cenderung menjalankan usahanya dengan skala kecil, dan berjalan sendiri – sendiri, sedangkan musuhnya adalah para peternak padat modal.
Hal ini seperti disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA., IPU., Guru Besar IPB University, bidang pemuliaan ternak dan genetik, dalam Lokakarya bertajuk “Mengembangkan Potensi Peternakan Kabupaten Lamongan, Melalui Pemberdayaan Masyarakat” yang diadakan oleh Fakultas Peternakan, Universitas Islam Lamongan (Unisla) pada Kamis (10/2) secara hybrid, baik daring maupun luring.
Baca juga : Strategi Mengurangi Emisi Gas pada Ternak Unggas
“Para peternak secara pelan – pelan sudah mengangkat bendera putih. Satu – satunya jalan untuk kuat dan bertahan adalah dengan berjamaah, bagi yang tidak mau berjamaah biarkan saja, untuk menunggu gilirannya mati,” tegas Muladno.
Ia menyadari bahwa kebiasaan berjamaah itu tidak mudah dibangun, mengingat kebiasaan yang sudah dibangun selama ini adalah berusaha secara masing masing. Bahkan, menurutnya sejak Indonesia merdeka, hingga saat ini budaya sendiri – sendiri masih berjalan.
 “Silahkan teruskan kebiasaan sendiri – sendiri dalam mengembangkan peternakan, dan saya yakin sampai kiamat tidak bakal maju,” tegasnya.
Menurutnya, kebiasaan melakukan usaha secara sendiri- sendiri juga terjadi pada pilar- pilar pembangunan peternakan, seperti pilar perguruan tinggi yang sudah melakukan berbagai macam penelitian dengan dana yang tidak sedikit. Namun hasilnya kurang bisa diterapkan dengan baik bagi peternak. Sehingga nasib peternak cenderung biasa- biasa saja.
Begitu Pula dengan pilar birokrasi yang sudah melakukan berbagai macam program untuk peternak. Namun, peternak masih belum bisa menikmati programnya dengan baik, dan masih kurang berdampak. Padahal, dana yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Muladno juga menyoroti pilar pebisnis juga cenderung berjalan sendiri, terkadang untung, terkadang rugi dan semua ditanggung sendiri. “Oleh karena itu, sudah waktunya berjamaah dari semua pilar yang ada, untuk kemajuan peternakan kedepan,” pungkasnya.