Pengurus Koperasi Produsen Wira Sakti Utama optimis akan perkembangan koperasi
Persaingan merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam dinamika usaha, termasuk perunggasan. Dunia perunggasan yang telah bertransformasi menjadi industri yang maju, mengharuskan para pelaku usaha di dalamnya untuk berlomba-lomba dalam menghasilkan produk yang terbaik dan seefisien mungkin. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, agar memiliki posisi tawar yang kuat dalam transaksi perdagangan.

Di tengah persaingan usaha perunggasan yang kian bebas dan mengganas, koperasi muncul sebagai bentuk usaha yang diharapkan oleh peternak mandiri untuk bisa menjadi jawaban akan persoalan. Meskipun disadari jalannya koperasi tidak akan selalu mulus, namun para anggota yakin dan bergerak terus. Disisi lain, dukungan dan perlindungan dari pemangku kebijakan masih menjadi hal yang sangat diharapkan

Namun, keberagaman klasifikasi pelaku usaha perunggasan di Indonesia telah menghadirkan dinamika persoalan yang tak kunjung menemukan jalan keluar. Apabila mengacu pada Permentan No. 32 tahun 2017, tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, maka terdapat variasi pelaku usaha perunggasan di Indonesia, baik dari skala usaha maupun daya saing yang dimilikinya. Di atas kertas, perusahaan integrator yang bergerak pada semua bidang perunggasan mulai dari sarana produksi ternak (sapronak), budi daya, hingga unit pengolahan pasca panen, secara otomatis akan mempunyai daya saing yang lebih kuat dari pada klasifikasi pelaku usaha lain.
Seperti halnya peternak mandiri yang bergerak hanya pada ranah budi daya semata. Dari fenomena yang terjadi, bersatu dalam sebuah wadah koperasi menjadi sebuah solusi yang bisa diambil. Selain dapat memperkuat posisi tawar, koperasi juga bisa menjadi penegas identitas keberadaan para peternak mandiri yang jumlahnya semakin sedikit.
Hal ini mencuat saat acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Wira Sakti Utama Bogor. Acara ini digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dan manajemen kepada anggota terkait kegiatan koperasi yang sudah berjalan selama tahun buku pertama. Acara yang dihadiri oleh para pengurus, anggota, dan dewan pengawas serta perwakilan dari Dinas Koperasi Kota Bogor ini diselenggarakan di Rumah Makan Bumi Aki Pajajaran, Bogor, Senin (13/12).
Sugeng Wahyudi, Ketua Koperasi Produsen Wira Sakti Utama Bogor mengungkapkan bahwa keberadaan koperasi perunggasan sangat penting sebagai respon terhadap kondisi perunggasan beberapa tahun ke belakang yang semakin keras dan mengganas. Menurutnya dengan kelembagaan di koperasi, peternak dapat ikut andil dalam membangun industri perunggasan nasional, seminimal mungkin koperasi ini menunjukkan bahwa peternak mandiri masih ada.
Baca juga : Dinamika Harga Telur dan Livebird 2021
“Jangan sampai peternak mandiri ini menyusul tukang ojek yang keberadaannya semakin menipis dan tergantikan oleh ojek online. Begitu pun profesi peternak mandiri apabila kondisi seperti ini tetap dibiarkan, maka kedepan akan hilang dan digantikan oleh konglomerasi. Untuk itu keseriusan berusaha bersama dalam wadah kelembagaan koperasi menjadi tugas kami, dan selanjutnya peran pemerintah sangat diharapkan dalam perlindungan. Kalau kemudian negara tidak memperhatikan keberadaan koperasi, maka layak dipertanyakan di mana keberpihakan pemerintah?,” tanyanya.
Fokus pada penanganan pascapanen
Lebih lanjut, Sugeng menceritakan bahwa dalam perjalanannya koperasi belum bisa menyelesaikan masalah di sisi hilir. Dirinya mengaku kesulitan dalam sisi pemasaran hasil budi daya masih menjadi tantangan utama saat ini. Terlebih dengan kondisi input yang terlampau tinggi di koperasi, maka sangatlah sulit untuk bisa bersaing dengan perusahaan yang tingkat input nya jelas lebih rendah. Meski secara tersirat di dalam Permentan telah mengatur pembagian pasar antar pelaku usaha perunggasan, di mana peternak mandiri semestinya diberi keleluasaan di pasar becek. Namun faktanya di lapangan peternak mandiri ini masih dibiarkan bertarung secara bebas di pasar yang sama.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2022 dengan judul “Meniti Jalan Koperasi Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silakan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153