Konsumsi telur dapat membantu untuk membentuk imunitas tubuh
POULTRYINDONESIA, Yogyakarta – Sudah berlangsung setahun lebih sejak diumumkan pandemi Covid-19 untuk pertama kali di Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut tentu membuat sebagian besar masyarakat di Indonesia terkena dampaknya, mulai dari ekonomi hingga kesehatan. Beberapa gelombang yang sudah terjadi juga mengakibatkan Rumah Sakit menjadi penuh dan meningkatkan angka kematian. Dalam hal ini, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan harus mendapatkan perhatian lebih sehingga diperlukan langkah konkret untuk menyuplai kebutuhan konsumsi yang baik untuk menjaga sistem imun tenaga kesehatan menjadi lebih kuat untuk melawan virus.
Pinsar Petelur Nasional bersama Fakultas Peternakan UGM dan Keluarga Alumni Fakultas Peternakan UGM (KAPGAMA) menginisiasi Gerakan Nasional Peternak Petelur dengan jargon “Ayo Jaga Sedulur, Jangan Lupa Makan Telur”. Gerakan ini diumumkan dengan menggandeng setiap asosiasi, instansi, dan organisasi yang berada di beberapa daerah, seperti POLRI, ISPI, KAGAMA, Dinas Peternakan, dan lain sebagainya. Gerakan ini diumumkan oleh Fakultas Peternakan UGM pada Senin (26/7) melalui jumpa pers secara virtual lewat aplikasi Zoom bersama media setempat. Gerakan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan peternakan terhadap para tenaga kesehatan.
Baca Juga: UGM Kembangkan Olahan Telur Berbentuk Tabung
Berdasarkan penuturan dari Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ali Agus, menjelaskan bahwa adanya gerakan ini sebagai bentuk solidaritas kepada sesama dalam menghadapi pandemi Covid19. Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini timbul dari wujud kepedulian terhadap peningkatan imunitas tubuh, khususnya untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan yang melakukan kontak langsung dengan virus.
“Kami ingin meningkatkan solidaritas antar sesama anak manusia yang mana sangat penting di masa-masa sulit dalam menghadapi pandemi Covid-19. Semangat berbagi perlu dikembangkan, tidak hanya berbagi informasi (click-share), tetapi berbagi pengalaman, berbagi waktu, berbagi tenaga, pikiran dan berbagi materi, bergotong royong, sehingga sesuai dengan berat sama dipikul ringan sama dijinjing,” ungkap Ali.
Gerakan tersebut diawali dari gerakan kepedulian yang dilakukan oleh PPN secara simultan di beberapa daerah kepada tenaga kesehatan maupun ke unit atau instansi kesehatan setempat. Gerakan ini telah berlangsung dari tanggal 17-26 Juli 2021. Dalam kurun waktu tersebut gerakan ini mampu mengumpulkan sejumlah 10 ton telur ayam ras, dan langsung disalurkan kepada tenaga kesehatan serta instansi kesehatan setempat.