Perkembangan genetik broiler
POULTRYINDONESIA, Yogyakarta –  KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) telah menggelar webinar melalui platform zoom meeting telah bertema “Cuan dengan Budi Daya Ayam” Sabtu, (12/2) dan dihadiri sebanyak 311 peserta dari berbagai kalangan. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau lebih mendalam perihal usaha budi daya ayam niaga pedaging maupun petelur yang memberikan keuntungan bagi peternak.
Baca juga : Upaya Kementan Jaga Stabilisasi Layer dan Broiler
“Ayam memiliki banyak sekali manfaat, mulai dari produk utama berupa daging sampai dengan olahannya. Namun, dalam bisnis jangan hanya melihat sisi enaknya saja, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan dan dapat dioptimalkan untuk memperoleh cuan,” ujar Anwar Sanusi, Ph.D dalam sambutannya selaku Waketum 2 PP KAGAMA sekaligus menjabat sebagai Sekjen Kemnaker.
Acara webinar diawali dengan pembukaan oleh MC, mendengarkan Indonesia Raya dan Hymne UGM, penyampaian materi, dan diskusi. Penyampaian materi dan diskusi dipimpin oleh Delta Hatmantari selaku moderator. Materi pertama disampaikan oleh drh. Teguh Budi Wibowo selaku pengusaha unggas. Ia menyampaikan materi mengenai bekal dan peluang dalam budidaya ayam untuk mencapai keuntungan.
“Bekal yang harus dimiliki peternak untuk melakukan budidaya agar mencapai cuan meliputi tipe beternak, ilmu, teknologi, modal, dan manajemen. Seluruh bekal tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lain, supaya tercapai cuan yang maksimal,” jelas Teguh.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi saat ini masih berpotensi untuk memperoleh keuntungan. Strategi yang perlu dilakukan yaitu ikut dengan kemitraan, menggunakan kandang closed house, ilmu yang mumpuni, memiliki modal yang cukup, dan menguasai manajemen peternakan.
“Masih banyak kemungkinan untuk mencapai keuntungan, tinggal bagaimana kita menjalaninya saja,” pungkas Teguh.
Materi kedua dibawakan oleh Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM. selaku dosen Fakultas Peternakan UGM dan Co-Founder Broiler-X. Ia menjabarkan mengenai teknologi yang harus diinovasikan dalam budidaya ayam untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.
“Beberapa kesalahan yang seringkali luput adalah mengenai recording, beberapa ternak terjadi kematian atau penyakit secara tiba-tiba dan peternak tidak tahu karena tidak ada recording yang jelas,” ujar Galuh.
Ia juga menambahkan bahwa, teknologi dari Broiler-X memastikan rekapan data secara real-time dan dapat dipertimbangkan untuk mengamati keadaan dan kondisi yang sebenarnya terjadi di kandang. Teknologi tersebut menggunakan fitur Internet of Things (IoT) yang selalu memperbaharui kondisi kandang dan disampaikan secara real-time melalui internet.