Para peternak mengadakan acara rembug dengan mengundang para pemangku kebijakan untuk merespon harga telur yang kian fluktuatif di tingkat peternak
POULTRYINDONESIA – Yogyakarta, Merespon gejolak dan fluktuasi harga pada bisnis ayam ras petelur yang terjadi beberapa waktu kebelakang, para pemangku kepentingan berkumpul untuk mendiskusikan jalan keluar atas persoalan yang terjadi. Acara yang digelar di auditorium Fakultas Peternakan, UGM Yogyakarta, Rabu, (24/3) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan baik dari pemerintah, peternak, akademisi hingga industri. Turut hadir, Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional, Harry Warganegara, Dirut Berdikari, Musdhalifah Mahcmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis serta perwakilan peternak dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Budi Guntoro, Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan bahwa selama beberapa bulan terakhir, peternak ayam petelur diliputi awan mendung pada iklim usahanya. Untuk itu pertemuan mediasi, diskusi dan komunikasi ini perlu dilakukan untuk mencapai sebuah jalan temu yang diharapkan. Dirinya berharap, pertemuan ini bisa mengurai permasalahan yang ada dan setidaknya bisa melegakan berbagai pihak.
Baca Juga : Fluktuasi Harga Telur Terjadi, Pemangku Kepentingan Diskusi Mencari Solusi
“Semoga pertemuan hari ini bisa menemukan sebuah solusi yang bisa menyelesaikan masalah, dan kalaupun belum bisa menjadi dasar untuk solusi kedepannya. UGM sangat menyambut baik dan terus mendukung perjuangan para pemangku kepentingan, demi iklim usaha ayam petelur yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Yudianto Yosgiarso, Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN) memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh peternak yang turut hadir dalam acara rembug nasional ini. Rembug nasional ini merupakan sebuah gagasan dari berbagai asosiasi peternak ayam petelur dan berbagai koperasi baik dari tingkat nasional.
“Semoga rembug nasional ini bisa menjadi momentum kebangkitan peternak rakyat ayam petelur dan khususnya bisa menjadi sebuah komitmen bersama pembangunan peternakan ayam petelur sebagai garda terdepan penyumbang protein hewani yang terjangkau bagi masyarakat. Selain itu dalam rembug ini akan diadakan kampanye gerakan makan telur sebagai protein hewani yang bergizi, mudah didapat dan relatif terjangkau bagi masyarakat, ” tegas Yudi.