POULTRYINDONESIA, Malang – Strategi untuk meningkatkan performa produksi dari peternakan puyuh bisa dilakukan dengan sejumlah cara, salah satunya dengan menambahkan imbuhan pakan berupa mikroba endogenous dari puyuh itu sendiri. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Dr. Ir. Umi Kalsum, M.P. dalam bedah buku yang berjudul : ‘Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Produk Puyuh dengan Mikroba Endogenous’ yang diadakan oleh Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang, secara virtual via Zoom Meeting pada hari Sabtu (11/12).
Menurut Umi, yang juga sebagai penulis buku ini menegaskan bahwa pemilihan mikroba ini memang diambil dari saluran pencernaan puyuh, kemudian dilakukan proses isolasi dan sejumlah tahap pengujian, dan proses produksi agar mikroba aman bagi puyuh dan bisa maksimal bekerja dalam saluran pencernaan puyuh.
Baca juga : Poultry Indonesia Forum Ulas Potensi Industri Perunggasan 2022
“Saya lebih memilih mikroba endogenous agar lebih mudah berkembang dan beradaptasi pada saluran pencernaan puyuh,karena tidak asing bagi saluran pencernaan puyuh itu sendiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan dengan memberi tambahan pakan berupa mikroba endogenous itu ternyata membantu menyeimbangkan kondisi mikroba dalam saluran pencernaan puyuh, sehingga penyerapan nutrisi bisa optimal dan menekan pertumbuhan mikroba patogen.
“Berdasarkan penelitian yang kami lakukan, dengan pemberian mikroba itu produksinya menjadi meningkat. Sebelum pemberian produksinya hanya 65,7 persen. Namun,setelah pemberian mikroba produksinya menjadi 75,7 persen. Peningkatan performa juga terjadi pada FCR ( Feed Convertion Rate) dimana sebelum pemberian mikroba sebesar 3,95 akan tetapi setelah pemberian mikroba menurun menjadi 3,6. Artinya, pakannya semakin efisien,” pungkasnya.