Audiensi MIPI dengan Dirjen Peternakan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Untuk menjawab persoalan di bidang perunggasan, Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) sebagai organisasi yang berkiprah untuk perunggasan tanah air mengadakan acara silaturahmi dengan Dirjen PKH Kementan Ir. Nasrullah. Acara yang dihadiri oleh segenap pengurus MIPI periode 2020-2024 terlaksana pada Kamis, (24/2) secara daring melalui aplikasi Zoom.
Baca juga : Inisiasi MIPI dalam Mengatasi Gejolak Industri Perunggasan
Acara diawali dengan pemaparan program kerja MIPI periode 2020-2024 oleh Prof. Arnold Sinurat selaku Ketua Umum MIPI. Menurut Arnold, pada kesempatan audiensi kali ini MIPI berharap adanya masukan dari pihak pemerintah khususnya Ditjen PKH terkait apa yang bisa diupayakan oleh MIPI.
“Kami mengharapkan banyak masukan dari Pak Dirjen sebagai pemangku kebijakan khususnya di bidang perunggasan, sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina dari organisasi MIPI itu sendiri,” ucap Arnold.
Selanjutnya menurut Dr. Ir. Nasrullah., M.Sc, selaku Dirjen PKH Kementan sekaligus Ketua Dewan Pembina MIPI memberi beberapa masukan terkait dengan program yang bisa dilakukan oleh MIPI. Nasrullah menekankan kepada MIPI agar bisa ikut menjadi problem solver terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh komoditas perunggasan tanah air.
“Pertama secara global kondisi kita saat ini dan juga di dunia, isu terkait perubahan iklim menjadi sebuah hal yang paling sering dibicarakan di seluruh dunia. Seluruh negara membicarakan hal tersebut dan akan menjadi topik utama di G20 tahun ini. Permasalahan terkait perubahan iklim tentu akan berdampak pada pangan khususnya subsektor peternakan,” Ujar Nasullah.
Selanjutnya akibat dampak perubahan iklim, Nasrullah berpesan kepada MIPI supaya bisa mempersiapkan sebuah solusi bagi para peternak terkait dengan naiknya kejadian penyakit di lapangan. Selain itu, Nasrullah juga menyampaikan keresahannya terhadap harga pakan yang terus menerus naik. Bahan pakan unggas yang digunakan oleh Indonesia, menurut Nasrullah sebanyak 40% masih bergantung pada bahan pakan impor, maka ia berharap agar MIPI dapat menyelesaikan permasalahan terkait pakan.
“Penyebab turunnya produktivitas dari negara produsen juga akibat iklim. Tentu imbasnya adalah harga bahan pakan. Belum lagi ditambah dengan kontainer yang sulit karena terjadi kenaikan hingga 300%. Dengan kondisi seperti ini, dimana pakan merupakan penyumbang biaya yang terbesar dalam budi daya, maka saya berharap MIPI bisa menjadi pemecah masalah di bidang pakan,” ucap Nasrullah.