POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kondisi cuaca dalam bidang peternakan ayam ras baik broiler maupun layer adalah kondisi yang menjadi perhatian tersendiri, termasuk adanya badai La Niña, yang diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang akan datang menjelang akhir tahun 2021. La Niña ini biasanya menyebabkan hujan berlangsung lebih lama.
Menurut Iqbal Alim, S.Pt. yang mewakili Dirjen Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), pada hari Rabu (1/12), La Niña ini memberi dampak adanya peningkatan kelembaban, sehingga penyebaran penyakit lebih tinggi, ayam lebih rentan terkena penyakit, penurunan daya tahan tubuh ayam, terganggunya saluran pernafasan, akibat tingginya air dalam udara dan litter mudah menggumpal.
“La Niña mengakibatkan penurunan suhu, dimana cekaman suhu yang rendah berpengaruh pada peningkatan FCR, serta masa brooding yang menjadi lebih lama,” terangnya dalam acara webinar via Zoom Meeting yang diadakan Tabloid Sinar Tani, dengan tema “Antisipasi Dampak La Niña di Peternakan Unggas”, Rabu (1/12).

Baca juga: Coronavirus Tidak Menular dari Ayam ke Manusia

Menurut Iqbal dampak lain adalah sumber air menjadi mudah tercemar bakteri patogen, menurunkan kualitas air minum, memudah mikroba patogen untuk mencemari air tanah, dan adanya hambatan transportasi serta logistik pakan dan telur ayam. Oleh karena itu, menurutnya ada alternatif yang bisa diterapkan untuk mengurangi dampaknya pada peternakan ayam, seperti modifikasi manajemen kandang.
Modifikasi ini bisa dilakukan dengan manajemen buka tutup tirai pada kandang terbuka dan perbaikan kebocoran kandang. Pada saat brooding, perlu tirai tipis (luar dan dalam), manajemen litter yang baik, penggantian litter secara berkala, dan penambahan penghangat serta lampu untuk pencahayaan dalam kandang.
“Manajemen air minum juga perlu diperhatikan agar air tidak banyak tercemar. Manajemen ini bisa dilakukan dengan membuat drainase di area lingkungan kandang, melakukan filtrasi air. Sebab, curah hujan yang tinggi membuat air menjadi keruh dan bercampur banyak bahan organik,” tegasnya.
Selain itu, bisa juga dengan memperhatikan manajemen pakan, seperti perbaikan gudang pakan, membuat ventilasi yang cukup, dan menjaga kelembaban. Mencegah karung pakan bocor untuk menghindari jamur dengan masa simpan pakan kurang dari 10 hari, dan juga menjaga pakan tetap kering di kadar air lebih rendah dari 14 persen dan menghindari kutu dan tikus dalam gudang pakan.
“Peningkatan imunitas ayam adalah hal yang sangat penting. Peningkatan itu bisa dilakukan dengan pemberian vitamin secara rutin dan pemberian vaksin secara berkala,” pungkasnya.