Peningkatan daya saing merupakan kunci agar tetap mampu bertahan di era disrupsi
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menghadapi era disrupsi dan digitalisasi di setiap lini bisnis, harus dipersiapkan secara matang dan detail agar dapat tetap memertahankan daya saing industri. Oleh karena itu, Asosiasi Nampa menggelar seminar bertema ‘Bersiap Hadapi Era Disrupsi dan Bersaing Global’ dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional Nampa di JS Luwansa Hotel and Convention, Jakarta, (16/1).
Acara tersebut dibuka oleh Ketua Umum Nampa Periode 2016-2020 yaitu Ishana Mahisa, Wakil Ketua Umum Bidang Makanan Olahan dan Industri Peternakan Kadin Juan Permata Adoe, serta Direktur Jenderal Industri Agro Abdul Rochim. Dalam Paparannya, Ishana Mahisa menjelaskan bahwa industri olahan daging di Indonesia pengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal tersebut terlihat dari jumlah anggota Nampa yang terus bertambah.
“Jadi akhir akhir ini banyak anggota baru yang sifatnya lokal, yang bermain di suatu daerah tertentu namun jumlahnya semakin banyak. Hal ini tentunya menjadi pemacu bagi pemain lama maupun baru karena potensi pasar untuk industri ini memang terus tumbuh,” papar Ishana.
Selain itu, dalam paparan Juan Permata Adoe Industri pengolahan makanan memiliki peran yang sangat signifikan untuk membantu perekonomian dalam negeri. Apalagi saat ini pemerintah tengah menyiapkan undang-undang omnibus law dengan tujuan menstimulus perkembangan ekonomi melalui pertumbuhan industri. “Jika terjadi sebuah perubahan kebijaksanaan besar di pemerintah, baik di undang – undang maupun kebijakan pemerintah, industri pertanian akan memberikan kontribusi tambahan sebesar poin 5% dari total GDP yang kita terima saat ini,” ujar Juan.
Dalam acara Munas tersebut juga diagendakan untuk memilih ketua umum asosiasi untuk periode 2020-2024. Dalam acara pemilihan ketua yang digelar secara tertutup, Ishana Mahisa kembali didaulat untuk menjadi Ketua Umum Nampa Periode 2020-2024. Domi