Inovasi varian produk telur asin dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021
POULTRYINDONESIA, Surabaya – Masa pandemi Covid 19 tak selalu berdampak negatif, ada pula dampak positif, seperti yang terjadi di usaha pengolahan telur asin UD, Sabiq Bejo, Lamongan, Jawa Timur. Sebab, lantaran pandemi itulah tercipta sejumlah varian produk turunan dari telur asin.
“Awalnya kami hanya memiliki tiga produk saja, telur asin orisinal, telur asin asap, serta telur asin herbal. Namun, karena adanya pandemi, kami mencoba untuk membuat berbagai macam produk turunan dari telur asin seperti sambal telur asin, abon telur asin serta kerupuk telur asin.” terang Ainur Rahmatin, Founder UD Sabiq Bejo disela- sela Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2021, yang di gelar di Atrium Tunjungan Plaza, Surabaya Rabu, (29/9).
Baca juga : Menkop Gelorakan Keunggulan Berkoperasi kepada Para Pelaku Perunggasan
Menurut Ainur, telur herbal merupakan telur yang sudah dicampur dengan ramuan-ramuan herbal, dan sangat cocok bagi mereka yang mempunyai keluhan penyakit seperti kolesterol, sedang ketersediaan telur herbal sendiri cenderung terbatas, dan biasanya ramai pada bulan haji.
Ainur mengungkapkan bahwa pada pameran kali ini, mampu untuk membuka mata para pengunjung tentang telur asin, sehingga para pengunjung bisa mengenal telur asin yang disajikan dalam berbagai bentuk selain bentuk telur utuh. Namun, telur asin tersebut bisa juga dalam bentuk lain yang masih menarik, dan tidak hanya untuk teman makan, melainkan bisa juga untuk camilan. Alternatif selain dalam bentuk telur asin biasa yaitu dalam bentuk kerupuk telur asin misalnya. Kerupuk ini ternyata disukai oleh konsumen untuk camilan, dimana dalam pameran kali ini tersedia dalam bentuk siap makan maupun bentuk mentah, yang masih butuh proses penggorengan.
Selama pameran, Ainur mengaku minat pengunjung sangat besar pada produknya. Sedang untuk pemasaran produknya ia lebih mengandalkan pada reseller, yang menjual barang dagangannya baik offline maupun online,”Saya fokus ke produksi sedang penjualan saya serahkan ke pihak reseller,” tegasnya.
FESyar kali ini mengusung tema “Sinergi Membangun Ekonomi Syariah Melalui Digitalisasi untuk Pemulihan Ekonomi”, Fesyar Regional Jawa diselenggarakan secara hybrid pada 27 September sampai – 2 Oktober 2021.
Fesyar Regional Jawa 2021 merupakan puncak kegiatan road to Fesyar Regional Jawa yang telah terselenggara di beberapa perwakilan wilayah secara virtual, seperti kegiatan talkshow bisnis syariah melalui program HItS corner, Fashion Desain Competition, hingga kegiatan forum lainnya terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Acara ini dibuka oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Budi Hanoto pada Senin, (27/9). Khofifah mengapresiasi gelaran Fesyar. Gelaran acara ini bisa menjadi pendongkrak perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, terutama di Jawa Timur. Dalam sambutannya Khofifah menjelaskan bahwa dari segi pasar, Indonesia adalah pasar halal terbesar di dunia.
“Pada 2030 mendatang, penduduk muslim Indonesia akan menyumbang 26 persen dari total penduduk muslim dunia. Ini adalah peluang pasar, dan sangat besar,” ungkap Khofifah.