POULTRYINDONESIA, Malang – Peluang dunia perunggasan terbilang cukup luas, sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Implikasi dari pertumbuhan penduduk ini berakibat pada peningkatan permintaan pasar atas komoditas unggas yang semakin meluas.
Hal ini seperti disampaikan oleh Ahmad Fahrudin Husen, BUN Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) 2009, dalam webinar PC Visit 2022 via aplikasi Zoom dengan tema “Membangun Jiwa Kreatif dan Inovatif Kaum Milenial dalam Menciptakan Peluang Bisnis di Industri Peternakan”. Acara ini diselenggarakan oleh Barisan Orang Sukses (BOS), yang merupakan lembaga semi otonom, Fapet UB, Sabtu (30/7).
Namun, adanya peluang ini menurut Fakhrudin menyimpan tantangan yang luar biasa seperti adanya persaingan pasar yang cukup ketat. Sebagai akibat dari banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang perunggasan, yang sampai saat ini terus memenuhi kebutuhan pasar.
“Harga yang fluktuatif adalah tantangan lain. Dimana dengan adanya harga yang fluktuatif ini membuat harga pasar tidak bisa terprediksi sewaktu-waktu, dan peternak harus memiliki skala panjang tentang analisis ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Pentingnya Kualitas Bahan Baku dan Manajemen Pemeliharaannya
Selain itu, tantangan teknologi industri juga tidak kalah pentingnya. Dimana dengan tantangan ini mengharuskan peternak untuk mulai belajar sedini mungkin, mengenai teknologi yang mulai berkembang secara pesat akhir- akhir ini.
“Wabah penyakit yang terus bermutasi dan berkembang sampai saat ini,belum banyak yang teredukasi dan akses permodalan yang masih lemah. Sebab, tidak sedikit peternak yang tidak dapat mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal usaha. Keduanya merupakan tantang yang masih tetap ada,” terangnya.
Tantangan lain adalah melakukan perbaikan manajemen seperti pemeliharaan, pengelolaan kandang, pemberian treatment, makan, minum, pengaturan kebersihan kandang, sampai dengan efisiensi produksi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi.
“Tantangan terakhir adalah adanya keterbatasan lahan, dimana dewasa ini sudah saatnya memiliki inovasi yang efisien untuk memangkas cost pembuatan kandang. Salah satu inovasi yang bisa diterapkan adalah beranjak dari kandang opened house ke kandang semi closed house maupun full closed house,” pungkasnya.