Program vaksinasi merupakan suatu upaya dalam mengendalikan penyakit ND
Oleh : drh. Sulaxono Hadi dan drh. Ratna Loventa Sulaxono*
Penyakit yang disebabkan oleh virus tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan menggunakan antibiotika. Antibiotika digunakan untuk penyembuhan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakterial serta pengobatan supportif pada infeksi viral karena adanya komplikasi dengan infeksi bakterial.
Penyakit ND dapat dicegah dengan menggunakan vaksinasi dengan strain virus ND yang biasa digunakan dan banyak ditemukan di pasaran yaitu strain lentogenik dan mesogenik. Metode vaksinasi dapat dilakukan secara massal dengan tetes mata, air minum, dan suntikan. Aplikasi vaksin lentogenik menggunakan tetes mata pada ayam umur 4 hari, sedangkan booster vaksinasi diberikan melalui air minum dan dilakukan seminggu kemudian.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses vaksinasi, yaitu vaksin hendaknya selalu disimpan dingin dan tidak terkena sinar matahari secara langsung untuk menjaga kualitasnya. Pelaksanaan vaksinasi melalui air minum dilakukan dengan memuasakan ayam terlebih dahulu sekitar setengah jam. Hal ini dilakukan agar ayam mendapatkan dosis virus vaksin yang cukup melalui air minum. Selain itu, vaksinasi menggunakan air minum agar tidak menggunakan air yang mengandung kaporit atau air terklorinasi karena akan mematikan virus yang dilemahkan pada vaksin ND. Vaksinasi yang baik melalui air minum adalah menggunakan air sumur yang tidak mengandung kaporit.
Deteksi antibodi pasca vaksinasi
Deteksi antibodi pasca vaksinasi adalah penting untuk melihat keberhasilan vaksinasi ND. Deteksi antibodi yang terbentuk pada ayam dapat dialkukan seminggu setelah pelaksanaan vaksinasi. Deteksi dilakukan dengan mengambil serum darah secara sampling dari ayam dalam kandang secara acak serta mengirimkan serumnya ke laboratorium penguji. Titer antibodi yang tinggi akan mampu memberikan proteksi pada ayam dari serangan virus VVND. Keseragaman tingginya titer antibodi dapat terlihat setelah ayam mengalami booster vaksinasi atau vaksinasi ulangan. Vaksinasi yang baik ditandai dengan terbentuknya titer antibodi ND yang tinggi serta seragam, tidak terlalu mencolok perbedaan titernya antarindividu ayam.
Vaksinasi ND merupakan kewajiban pada ayam ras (broiler) baik final stock maupun parent stock. Pada pola kemitraan broiler, perusahaan inti mitra mewajibkan vaksinasi ND sebanyak 2 kali, tetes mata, serta booster vaksinasi melalui air minum. Peternak layer yang sudah berpengalaman memelihara ayam untuk produksi atau dijual pullet sudah terbiasa melaksakan vaksinasi untuk keamanan ayam peliharaannya. Hal yang sama pada peternakan penghasil parent stock atau breeding farm, vaksinasi akan dilakukan secara ketat disertai dengan monitoring titer antibodi yang terbentuk pasca-vaksinasi untuk melihat protektivitas yang timbul dari pelaksanaan vaksinasi.
Peternakan backyard yang sistem pemeliharaannya dilakukan secara ekstensif dan pada peternakan itik jarang untuk melakukan vaksinasi ND. Berdasarkan data pengujian yang ada, vaksinasi terbaik dengan titer antibodi yang juga sangat baik untuk ND berasal dari peternakan atau perusahaan parent stock broiler, disusul layer dan broiler. Titer antibodi yang tinggi dan seragam pada populasi parent stock akan memberikan perlindungan pada populasi ayam demikian serta memberikan garansi antibodi ND pada DOC hingga anak ayam berumur 3-4 hari, sehingga aman dari serangan virus ND saat pengangkutan.
Baca Juga: Penggolongan dan Jenis ND di Indonesia
Itik pada umumnya tahan terhadap virus ND dan dapat bertindak sebagai karier. Pada pengujian terhadap itik-itik yang dipelihara peternak tanpa pernah divaksin ND, ditemukan adanya titer antobodi yang tinggi pada separuh lebih serum. Kondisi ini mengindikasikan bahwa itik-itik ini pernah terpapar virus ND, namun tidak menunjukkan gejala ND. Dianjurkan untuk memisahkan pemeliharaan itik dengan ayam, atau tidak dalam satu areal di perdesaan
Surveilans deteksi antigen atau virus ND
Deteksi keberadaan matriks virus perlu dilakukan untuk melihat keberadaan virus di peternakan atau apabila terjadi kematian dan pasca kematian. Persentase terbesar ditemukan pada broiler komersial, ayam buras serta layer. Vaksinasi yang baik ditunjang manajemen biosekuriti yang baik akan mampu menekan terjadinya infeksi ND pada peternakan unggas.
Terbentuknya kekebalan aktif pada ayam dianggap penting untuk melindungi ayam dari serangan penyakit-penyakit penting termasuk VVND yang bisa mematikan 100% populasi ayam dalam kandang. Vaksinasi hendaknya diikuti dengan monitoring titer antibodi pasca vaksinasi. Di samping vaksinasi, desinfeksi, pelaksanaan manajemen biosekurti dalam kandang, lingkungan pemeliharaan menjadi bagian yang sangat penting.
Berdasarkan penelitian, sangat dianjurkan untuk menggunakan vaksin yang menggunakan isolat virus lokal, karena lebih efektif dalam melindungi virus ND yang ada dibandingkan dengan vaksin yang mengandung virus dari negara lain atau bukan isolat lokal. Bimbingan secara teknis tentang manajemen pemeliharaan perlu dilakukan kepada peternak pemula yang belum mengerti tentang manajemen vaksinasi dan tata laksana pemeliharaan ayam. 
Peternak terkadang lupa atau malas melakukan penguburan atau pembakaran segera bangkai ayam yang mati. Bila kematian ayam disebabkan oleh penyakit, maka ayam yang mati bisa menjadi sumber penularan dan kontaminasi terhadap lingkungan pemeliharaan. Pembuangan bangkai ayam yang mati ke sungai atau saluran irigasi hendaknya dihindari karena dapat mencemari sungai dan berpotensi sebagai sumber penularan pada daerah hulu sungai yang dilalui bangkai. *Medik Veteriner Balai Besar Veteriner Maros.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Mei 2020 dengan judul “Tetap Percaya Diri dengan VVND”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153