Oleh : Arief Hidayat
Serangan avian influenza bisa dicegah dengan dua hal, yakni vaksinasi dan sanitasi. Akan tetapi pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah program vaksinasi dengan menggunakan vaksin inaktif bermanfaat untuk menggendalikan wabah HPAI dan LPAI? Apakah cara vaksinasi pernah digunakan untuk mengendalikan dan memberantas wabah HPAI dan LPAI? Vaksin Avian Influenza in-aktif itu apa ?
Vaksinasi yang dilakukan bersama-sama dengan tindakan pemusnahan selektif dan biosekuriti yang memadai terbukti mampu mengendalikan dan memberantas wabah Avian Influenza di Italia, Hongkong, Meksiko, dan Pakistan. Bahkan FAO/OIE/WHO merekomendasikan penggunaan cara vaksinasi sebagai salah satu komponen pengendalian dan pemberantasan AI. Dalam skala kecil, apa yang telah diutarakan pada penanganan kasus di atas merupakan pengalaman pribadi penulis yang saat itu hanya kehilangan ayam mati sebanyak 250 ekor dari populasi 63.000 ekor layer petelur usia 28-33 minggu dan dapat bertahan dalam produksi puncak.
Baca Juga : Sejarah Perkembangan Avian Influenza
Untuk vaksin Avian Influenza ada 2 macam vaksin in-aktif, yaitu vaksin in-aktif homolog yang merupakan vaksin otogen dari virus lapangan yang sama antigen H dan N nya efektif, tetapi menyulitkan pengamatan terhadap penyebaran virusnya. Sedangkan vaksin in-aktif heterolog yaitu vaksin yang dibuat dari virus yang sama H nya tetapi berbeda antigen N nya, mudah untuk membedakan unggas yang divaksin dari yang tertular oleh virus penyebab wabah (DIVA = Differentiation of Infected from Vaccinated Animal).
Vaksin in-aktif yang digunakan sebaiknya dapat digunakan pada ayam segala umur, pada umumnya kekebalan yang baik mulai terbentuk antara 2-4 minggu setelah vaksinasi dan mencapai puncak titer pada 4-6 minggu setelah vaksinasi, titer antibodi yang cukup baik (8 log 2) bisa bertahan lama dan kadang masih protektif selama ± 26 minggu. Untuk mendapatkan tingkat kekebalan yang baik, banyak para ahli menyarankan agar ayam petelur dan ayam bibit sebaiknya telah divaksin sejumlah 1,5 cc vaksin in-aktif sebelum masuk usia produksi.
Baca Juga : Merdeka dari Cengkraman Avian Influenza










