POULTRY INDONESIA, Jakarta – Temptron merupakan sistem otomatisasi yang sering digunakan oleh peternak broiler untuk mengatur kondisi kandang. Namun, temptron sendiri belum bisa bicara, karena belum tersambung dengan internet. Penerapan Internet of Things (IoT) inilah yang menjembatani agar temptron bisa langsung terhubung dengan internet.
Hal ini seperti disampaikan oleh Mar’iy Muslih Muttaqin selaku Senior Manager Product Development di PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk, dalam webinar Ngobrol Pintar Seputar Broiler (Ngopi Sek Bro), yang mengangkat tema “Menjaga Suhu Kelembaban Kandang Untuk Meningkatkan Index Performance Berbasis Teknologi IoT”. Acara ini diselenggarakan oleh Chickin Indonesia, secara daring via aplikasi Zoom Meeting, Sabtu (20/8).
Menurut Mar’y potensi keuntungan penerapan IoT pada dunia peternakan adalah membuat sistem monitoring secara real time, sehingga bisa mencegah dan memininalisisr kesalaha karena faktor manusia. Lebih cepat tanggap ketika dalam kondisi bahaya. Memudahkan dalam memantau manajamen operasional.
“Penerapan ini mengandung digitaliaasi data kandang. Sebab, input data bisa dilakukan melalui aplikasi, sehingga meminimalisir resiko kehilangan data, pencatatan lebih rapi dan akurat dan yang tidak kalah pentingnya adalah akan muncul rekomendasi dari data yang ada,” terangnya.
Baca Juga: Fakultas Peternakan UGM dan PT Nutricell Pacific Awali Kerjasama untuk Memajukan Penelitian
Masih menurut Mar’y penerapan IoT ini mengansung otomatisasi kandang,sehingga eminimalkan kesalahan manusia, membuat kandang lebih responsif terhadap perubahan cuaca, membawa perubahan kerja manusia menjadi kontroler dan cek kondisi ayam.
“Penerapan ini membuat adanya interaksi data yang menampilkan data history dari sensor dan manual input,membandingkan dengan data terdahulu, memetakan resiko seperti adanya sejarah adanya kejadian penyakit gimboro pada kandang,atau bahkan mematakan potensi peluang,” jelasnya.
Sementara itu Moh. Ridwan Arifiansyah, Business Development Smartfarm, PT. Chickin Sahabat Peternak, mengungkapkan kunci memaksimalkan performa ayam adalah dengan pengadaan lingkungan nyaman secara konsisten, sementara fluktuasi temperatur yang besar dalam kandang akan mengakibatkan stress pada ayam dan mempengaruhi pola konsumsi pakannya.
Untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang selalu optimal, maka diperlukan operator yang handal dalam operasi kipas,aksi cepat dalam kandang selama 24 jam dan monitor sensor dan kelembaban selam 24 jam.
” Apakah ada operator yang selalu bisa memantau kandang selama 24 jam? Maka untuk mengatasi permasalahan itu, dibutuhkan sistem seperti yang kami kembangkan di IoT Samrtfarm,” pungkasnya.