Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran (Fapet UNPAD) menggelar webinar potensi reproduksi dan genetik untuk mendukung keberadaan dan keberdayaan ternak lokal secara daring via aplikasi Zoom Meeting, Jumat (20/5).
Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran (Fapet UNPAD) menggelar webinar potensi reproduksi dan genetik untuk mendukung keberadaan dan keberdayaan ternak lokal secara daring via aplikasi Zoom Meeting, Jumat (20/5).
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Tren produksi peternakan secara global terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini imbas dari kenaikan ekponensial permintaan daging global. Disisi lain untuk meningkatkan produksi ternak secara efisien dan berkesinambungan, merupakan suatu tantangan tersendiri. Melihat hal tersebut, Fakultas Peternakan, Universitas Padjajaran (Fapet UNPAD) menggelar webinar potensi reproduksi dan genetik untuk mendukung keberadaan dan keberdayaan ternak lokal secara daring via aplikasi Zoom Meeting, Jumat (20/5).
Dekan Fapet UNPAD, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, IPM, dalam sambutannya berharap agar webinar ini dapat menjadi ladang ilmu dan wadah bagi mahasiswa dan rekan-rekan semua. Nantinya hal tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan subjek penelitiannya, serta memberikan ide-ide baru untuk subjek penelitiannya.
Sementara itu, Rangga Setiawan, M.Sc., Ph.D., dosen Fakultas Peternakan UNPAD, memaparkan materinya mengenai Metabolisne Energi pada Sperma Ayam. Menurutnya, perkembangan assisted reproductive technolofgy (ART) pada unggas masih tertinggal dibandingkan dengan mamalia. Hal ini diduga disebabkan oleh perbedaan pada reproduksi dan sifat sperma dari unggas sendiri, baik dalam segi morfologi dan fisiologinya. Selain itu, keterbatasan sumber informasi juga menjadi halangan tersendiri.
“Mekanisme molekular dan selular merupakan pondasi yang perlu dipahami dalam pengembangan ART,” ujarnya
Dalam pernyataannya, Rangga menekankan pentingnya metabolisme energi untuk fungsi sel. Dalam hal ini sperma memiliki struktur yang dinamis, sehingga membutuhkan suplai energi (ATP) secara kontinyu untuk menjaga motilitasnya. Terutama selama di dalam organ reproduksi betina. Selain itu, energi merupakan bagian penting dalam proses maturasi sperma, kapasitasi, dan hiperaktivasi motilitas sebelum proses fertilisasi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan olehnya, pemberian glukosa dan pyruvate mendukung dan mempertahankan motilitas sperma, produksi ATP, dan penetrabilitas sperma. Sehingga, penghambatan glikolisis dan oxphos menghilangkan efek atau kotribusinya dalam mendukung motilitas via produksi ATP. Motilitas sperma ayam sangat tergantung pada ATP dari glikolisis dan oxphos, tetapi oxphos memiliki peran utamanya. Oxphos sendiri tidak cukup untuk mengoptimalkan penetrabilitas. Glukosa sangat penting untuk pergerakan flagellar sperma yang lebih lanjut memberikan tenaga untuk proses penetrasi.
“Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru mengenai mekanisme yang terlibat pada penyediaan energi untuk mempertahankan fertilitas sperma dan berkontribusi pada pengembangan assisted reproductive technology pada unggas,” pungkasnya.