Pekerja dalam processing plant perunggasan (sumber gambar: bbc.com)
Oleh: drh. Istianah Maryam Jamilah, MVS*
Ancaman yang dihadapi industri perunggasan selama pandemi COVID-19 mungkin bukanlah penularan virus melalui produk pangan, namun lebih ke penularan virus antarpekerja yang bisa terjadi di processing plant atau fasilitas pemrosesan unggas. Seperti dilansir Poultry World, pada akhir Mei 2020 terdapat 18 kasus outbreak COVID-19 yang menyerang para pekerja di fasilitas pemrosesan unggas di Rio Grande do Sul, di bagian ter-selatan Brasil. Keparahan yang terjadi yaitu 528 pekerja perunggasan dinyatakan positif COVID-19 dan 2.595 pekerja lainya menjadi pasien dalam pengawasan karena menunjukkan gejala flu.
Tabel 1. Kasus penularan COVID-19 di rumah potong unggas (RPU) di berbagai wilayah di seluruh dunia
Tanggal
Perusaahaan
Lokasi
Jumlah pekerja yang positif COVID-19
Sumber
21 Juni 2020
2 Sisters
Anglesey, Wales, Britania Raya (Inggris)
158 orang
BBC, Dailypost.co.uk
10 Juni 2020
BRF SA
Rio Verde, Brasil
 256 orang
The Poultry Site, Reuters, jornalopcao.com.br
4-6 Juni 2020
Tyson foods Inc.
Springdale, Arkansas, Amerika Serikat
199 orang
CNN, South China Morning Post
29 May 2020
BRF dan JBS
Rio Grande do Sul, Brazil
528 orang
poultryworld.net
Kasus outbreak COVID-19 yang melanda industri pemrosesan unggas di Brasil, Inggris dan Amerika Serikat menunjukkan pentingnya menjaga kesehatan pekerja di tempat pemrosesan unggas. Protokol kesehatan yang menjadi tantangan industri perunggasan di era normal baru adalah menjaga aturan yang ketat pada kesehatan dan higiene pekerja. Menerapkan praktik terbaik atau best practice sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya outbreak COVID-19 pada pekerja di sektor perunggasan. Mengontrol paparan terhadap bahaya pada industri pemrosesan daging unggas juga sangat penting untuk dilakukan demi melindungi para pekerja. 
Baca Juga: Upaya Penanggulangan Dampak COVID-19 di Sektor Perunggasan AS
Tantangan dan pentingnya pembaruan protokol kesehatan
Di era kenormalan baru, industri pemrosesan unggas harus terus berjalan demi memenuhi kebutuhan bahan pangan asal unggas dunia, namun industri perunggasan di tantang untuk mencegah penularan COVID-19 dan melakukan pembaruan protokol kesehatan. Industri pemrosesan unggas termasuk dalam industri pemrosesan makanan yang rawan menimbulkan outbreak dan penularan COVID-19 pada lingkungan pekerjaaan. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menghadapi tantangan penularan COVID-19 di era kenormalan baru yaitu aspek struktural, operasional, sosiokultural dan ekonomi (lihat Tabel 2).
Tabel 2. Tantangan dan rekomendasi perubahan praktik pekerja di fasilitas pemrosesan unggas di era kenormalan baru
Aspek
Tantangan untuk mencegah dan mengontrol COVID-19
Rekomendasi perubahan praktik pekerja pada fasilitas pemrosesan unggas
Struktural
Menjaga jarak fisik (physical distancing) pekerja saat bekerja, rehat dan ketika pekerja masuk dan keluar dari fasilitas pemrosesan unggas
Merubah waktu mulai, rehat dan shift pekerja.
Menambah tempat istirahat pekerja di luar ruangan
Mengeluarkan pekerja yang menujukkan gejala dalam rantai pekerjaan
Saring semua pekerja dan pengunjung yang memasuki fasilitas dan rencanakan isolasi yang efektif untuk pekerja yang sakit di tempat kerja
Operasional
Menjaga jarak fisik (physical distancing) pada garis produksi
Mengurangi jumlah unggas yang diproses dan mengurangi kecepatan pekerjaan
Mengikuti rekomendasi penggunaan penutup wajah
Menyediakan masker atau face shield
Sosiokultural
Komunikasi melalui keterbatasan bahasa dan budaya
Libatkan mitra komunitas lokal untuk mengembangkan pesan atau informasi dengan bahasa yang dipahami oleh pekerja
Pekerja tinggal di lingkungan padat penduduk dan multigenerasi
 
Berikan informasi pada pekerja tentang perilaku yang harus dilakukan untuk membatasi penyebaran virus saat di rumah
Pekerja menggunakan transportasi umum untuk berangkat dan pulang kerja
Tambahkan kendaraan tambahan/ shuttle untuk  pekerja ke rute antar-jemput dan harus menggunakan penutup wajah selama perjalanan
Ekonomi
Pekerja diberi insentif/bonus  kehadiran
Hapus insentif keuangan, seperti bonus kehadiran serta memberikan cuti medis tambahan dan tunjangan saat sakit tanpa kehilangan upah
Diadaptasi dan dimodifikasi dari Dyal JW, Grant MP, Broadwater K, et al. COVID-19 Among Workers in Meat and Poultry Processing Facilities ― 19 States, April 2020. MMWR Morb Mortal Wkly Rep 2020;69:557–561. DOI: http://dx.doi.org/10.15585/mmwr.mm6918e3external icon.
Tantangan-tantangan ini melahirkan rekomendasi perubahan praktik pekerja pada fasilitas pemrosesan unggas, namun perlu digaris-bawahi bahwa pembaruan praktik pekerja dan protokol kesehatan mungkin akan berbeda dan perlu disesuaikan sesuai dengan kondisi tiap fasilitas pemrosesan unggas. Setiap fasilitas pemrosesan unggas mungkin memiliki keadaan dan kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga protokol kesehatan atau praktik terbaik juga akan berbeda di setiap perusahaan atau negara. *Alumni Massey University, New Zealand.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2020 dengan judul “Tantangan Industri Pemrosesan Unggas Dunia di Era Kenormalan Baru”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153