Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt*
Mungkin tidak akan ada yang menyangka jika melihat pertumbuhan ayam ras saat ini sudah bisa mencapai rataan bobot 1,6 kilogram hanya dalam waktu 29 hari saja. Bahkan sampai beredar isu yang berkembang di masyarakat bahwa proses tersebut merupakan hasil dari penyuntikan hormon pemacu pertimbuhan. Padahal hal itu sangat tidak benar karena hormon pertumbuhan tersebut memiliki harga yang sangat mahal dan tidak sebanding dengan biaya pokok produksi usaha peternakan ayam ras.
Ayam ras yang ada di dunia saat ini merupakan hasil dari riset dan pengembangan genetika dari puluhan bahkan ratusan generasi. Produk DOC yang dihasilkannya pun merupakan hasil dari proses seleksi yang sangat panjang.
Ayam-ayam tersebut bisa menjadi sangat produktif karena dihasilkan dari penelitian dan pengembangan yang sangat panjang dari perusahaan genetika ayam ras. Perusahaan Aviagen dan Cobb Vantress misalnya, perusahaan pembibit yang memiliki galur murni untuk ayam pedaging maupun petelur ini mengalokasikan dana yang sangat besar untuk riset dan pengembangan demi menghasilkan ayam ras dengan produktivitas yang semakin baik.
Seleksi genetik baik secara kuantitatif maupun molekuler tersebut juga tentunya dibarengi dengan kemajuan dalam ilmu nutrisi dan kesehatan unggas. Ayam ras pedaging saat ini dapat menghasilkan bobot badan lebih cepat jika dibandingkan dengan puluhan tahun sebelumnya. Pada sekitar tahun 1960 silam, untuk menghasilkan ayam dengan bobot badan sekitar 2 kilogram membutuhkan waktu pemeliharaan selama 8 minggu, namun dengan majunya teknologi dan proses seleksi genetik yang semakin baik, ayam sekarang mampu mencapai bobot 2,2 kilogram hanya dalam waktu 5 minggu pemeliharaan saja. Hal itu juga dengan proporsi daging dada lebih tinggi yaitu seperlima dari bobot hidup. Pertumbuhan otot yang lebih tinggi telah disertai dengan perubahan histologis dan karakteristik metabolisme otot dada.
Baca Juga: Kementan Tepis Hoax Ayam Diberi Hormon Pertumbuhan










