POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perkembangan teknologi pada era 4,0, mengharuskan setiap peneliti dan praktisi memunculkan inovasi-inovasi terbaru demi mengikuti perkembangan zaman. Menyikapi hal tersebut, Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) wilayah Sulawesi Selatan mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Inovasi Teknologi Nutrisi Dan Pakan Untuk Pengembangan Peternakan Rakyat” pada Kamis (21/10) melalui aplikasi Zoom dan secara tatap muka.
Baca juga : Inovasi Nutrisi Pakan Sangat Diperlukan
Seminar nasional yang dilakukan secara hybrid (secara virtual dan tatap muka) ini diikuti sekitar 200 peserta, dan 63 pemakalah penunjang, diantaranya terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa, dan profesional yang berasal dari berbagai Universitas dan Instansi di Indonesia. Seminar yang merupakan rangkaian dari acara “Call for Paper” ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menambah wawasan khususnya dibidang peternakan sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta pemakalah untuk saling bertukar informasi mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan.
M. Fadhlirrahman Latief, S.Pt., selaku Ketua Panitia dalam kesempatan ini melaporkan bahwa terdapat 5 makalah terpilih untuk publikasi di Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan (JITP) serta Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan (JIIP) yang terakreditasi Nasional (SINTA).
“Selain diadakan Seminar Nasional pada pagi hari ini, untuk acara siang nanti juga akan dipilih presenter pemakalah terbaik di setiap room. Dan perlu kami sampaikan bahwa makalah yang telah dipresentasikan akan kami terbitkan dalam bentuk Prosiding ber-ISBN,” ungkapnya.
Dr. Ir. Rohmiyatul Islamiyati, MP., sebagai Ketua Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin berharap, dengan diadakan seminar ini mampu meningkatkan produktivitas ternak di Indonesia.
“Seminar Nasional ini dilakukan dengan harapan akan muncul gagasan, ide-ide cemerlang, dan hasil penelitian terutama bidang nutrisi, untuk dapat meningkatkan produktivitas ternak, yang mendukung pencapaian swasembada daging yang telah dicanangkan selama ini,” ucapnya.
Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc., IPU. ASEAN Eng., yang merupakan Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin saat membukan acara ini mengatakan bahwa bidang nutrisi menjadi sektor penting untuk pembangunan peternakan rakyat.
“Kami sangat apresiasi kegiatan ini. Bidang Nutrisi saat ini menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan peternakan rakyat. Selain itu kami terima kasih banyak kepada pemakalah yang berpresentasi pada SEMNAS ini, mulai dari Aceh sampai Papua,” ucap Lellah.
Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU. ASEAN Eng., sebagai ketua AINI Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan jika ia sangat senang bahwa dalam kegiatan ini banyak mahasiswa tingkat akhir yang ikut bergabung sebagai pemakalah.
“Saya sangat bangga pada kegiatan Seminar Nasional ini, karena sebagian besar pemakalahnya adalah mahasiswa tingkat akhir. Kami akan melakukan kegiatan SEMNAS ini tiap tahun, secara bergiliran antar kampus yang telah bekerjasama dengan AINI SULSEL. Dan kami akan menjadikan Seminar Nasional ini sebagai wadah untuk mempublikasikan karya Ilmiah,” terang Jasmal.
Dr. Ir. Osfar Sofjan, M.Sc., IPU. ASEAN Eng. selaku Ketua Umum AINI yang juga hadir memberikan sambutan mengatakan bahwa dengan digelarnya acara ini ia berharap bisa memunculkan generasi muda untuk bisa aktif dan inovatif.
“Dengan paper-paper yang masuk pada Seminar Nasional ini, harapannya ada beberapa yang bisa diaplikasikan kepada masyarakat. Dan saya melihat perlu adanya Dewan Pengurus Wilayah (DPW AINI) yang bisa menginisiasi kegiatan ini dan aktif menyambut generasi muda untuk tampil terdepan dan inovatif,” terang Osfar.
drh. Agus Sunanto, M.P, selaku Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, yang mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam Keynote speech-nya mengatakan bahwa salah satu strategi penyediaan pakan secara berkelanjutan adalah dengan bank pakan.
“Kebijakan pakan di Indonesia berfokus pada Feed Security yaitu dalam hal menjamin ketersediaan pakan unggas dan pakan ruminansia, dan Feed Safety yaitu dalam meningkatkan jaminan mutu dan keamanan pakan yang diproduksi dan diedarkan. Selain itu kebijakan kami juga terkait pengembangan hijauan pakan ternak, pengembangan pakan olahan/bahan pakan, pengembangan mutu dan keamanan pakan. Dan salah satu strategi penyediaan pakan secara berkelanjutan yaitu melalui program bank pakan, baik yang difasilitasi oleh pemerintah maupun yang dikelola secara mandiri ataupun melalui kemitraan,” ungkap Agus.
Dr. Ir. Wira Wisnu Wardani, S.Pt. M.Si. IPU, selaku Technical Director PT Nutricell Pasific, yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut mengatakan bahwa di industri unggas sendiri yang saat ini perlu diperhatikan adalah branding dan marketing. Ia juga mengungkap bagaimana cara mengoptimalkan performa produksi.
“Semuanya harus dimulai dengan goal, kemudian dilanjutkan dengan improvisasi. Untuk pemilihan bahan pakan juga kita perlu melihat harga dan keberlangsungan suplainya seperti apa. Selain itu hal tak kalah penting di unggas adalah optimalisasi kesehatan pencernaan, dan tercapainya nutrisi yang baik untuk dikonsumsi ternak,” tuturnya.
Lebih jauh ia menyampaikan beberapa hal fundamental namun biasanya terlupakan. Yaitu kita perlu membuat farm check list, yang mana di dalamnya memuat pertama dari sisi DOC, karena anak ayam yang baik akan menjadi fundamental modal kita ke depan. Kemudian kita perlu memperhatikan masa booder atau masa pemeliharaan diumur 3-5 hari pertama. Lalu kita juga harus memperhatikan terkait suhu, kelembaban, oksigen, angin, bagaimana alat pemanas bekerja, pemberian minum dan makan yang serutin mungkin, serta upaya pencegahan dan penanganan penyakit. Dan yang tak kalah penting adalah upaya biosekuriti yang tidak boleh ditinggalkan.
Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc., selaku Guru Besar Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, sebagai narasumber yang membahas tentang “Aplikasi Teknologi Pakan dalam Pengembangan Ternak Ruminansia pada Peternakan Rakyat”, menurutnya saat ini pemanfaatan limbah saat ini belum optimal.
“Semakin berkurangnya lahan sumber hijauan menuntut adanya sumber bahan pakan alternatif seperti limbah pertanian, namun pemanfaatan limbah tersebut belum optimal jika dibandingkan dengan potensi limbah yang ada,” ungkap Asmuddin.