POULTRYINDONESIA, Jakarta – Sensus peternakan ayam petelur akan segera dilaksanakan pada tahun 2023. Hal ini seperti disampaikan oleh Ir. Yudianto Yosgiarso – Ketua PPN ( PINSAR Petelur Nasional) dalam webinar yang diadakan oleh PT. Farmsco Feed Indonesia secara online via Zoom dan Youtube pada Jumat (5/2), dengan tema ” Penyebab Fluktuasi Harga Telur Ayam Nasional”.
Baca juga : Desakan Untuk Pembentukan Struktur Organisasi Badan Pangan Nasional
Menurut Yudianto keberadaan data ini sangat penting, diantaranya untuk menentukan langkah yang lebih baik.
“Memang ini seolah mundur, tapi sebenarnya adalah sebagai pijakan untuk langkah selanjutnya,” tegasnya.
Ia mengaku, pihaknya selaku asosiasi siap untuk membantu kelancaran sensus. Sebab, pihak asosiasilah yang sangat mengerti lokasi -lokasi peternakan. Namun, yang menjadi catatan adalah pihak asosiasi harus dibekali semacam surat tugas terlebih dulu.
Yudianto mengaku dengan adanya sensus ini maka akan terlihat gambaran secara utuh tentang populasi ayam petelur yang ada di Indonesia.
“Yang terpenting adalah apakah benar dari data itu integrator hanya dua persen,sedang selebihnya adalah peternak rakyat,” jelasnya.
Ia menceritakan bahwa kondisi peternakan ayam petelur memang tidak mudah, satu sisi harga pakan terus naik, sementara harga telur tidak mudah untuk mengalami kenaikan, dan kondisi ini kalau dibiarkan akan membuat para peternak rakyat akan tumbang.
“Sementara para peternak sendiri terbilang sudah sukses dalam menyediakan telur, mana ada orang beli telur antri seperti antrinya beli bensin ?” tanyanya.
Selain pendataan ia mengaku perlu adanya perhitungan koefisien dalam produksi telur, kira – kira untuk menghasilkan satu kilogram telur dibutuhkan berapa kilogram pakan.
“Namun, setelah koefisien sudah ketemu jangan kemudian dirusak dengan supply yang terlalu besar, karena adanya pembukaan peternakan – peternakan baru,” terangnya.
Ia mengaku sangat senang jika memang ada penambahan peternak – peternak baru. Namun, semua harus ada setelah terbentuk regulasi dan konsep yang pasti. Yudianto menceritakan Indonesia adalah pasar yang potensial untuk telur ayam. Hal ini terbukti dengan banyaknya investor asing yang berebut untuk masuk ke Indonesia.