Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan aksi peduli berbagi ayam
POULTRYINDONESIA, Karanganyar – Guna menekan laju pertumbuhan Covid-19, pemerintah resmi memberlakukan PPKM darurat sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021. Adanya pembatasan aktivitas masyarakat ini diharapkan dapat meminimalisir luasnya penyebaran Covid-19.
Dalam rangka mendukung penanganan Covid-19 di Indonesia, para peternak ayam mandiri yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan aksi peduli berbagi ayam gratis di kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Colomadu, Karanganyar, Selasa (13/7).
Kegiatan tersebut merupakan sebuah aksi simbolik sebagai bentuk dukungan dari peternak kepada seluruh elemen yang ikut berjuang di masa pandemi ini. Selain itu pembagian ayam gratis ini juga diharapkan mampu meningkatkan imunitas masyarakat melalui konsumsi daging ayam dan telur.
Ketua Pinsar Jawa Tengah, Pardjuni mengklaim bahwasannya kegiatan aksi peduli bagi-bagi ayam ini tidak hanya diselenggarakan di Jawa Tengah saja, namun juga di Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa aksi ini nantinya akan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kondisi yang ada.
Baca Juga: Pinsar Indonesia Bersama Pemprov Jabar Bagikan 5000 Paket Ayam dan Telur
“Harapannya nanti bisa merata tiap Polsek atau Kecamatan, tapi nanti koordinasi dengan rekan-rekan karena menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Prinsipnya selama pandemi ini kita berbuat sesuatu yang bisa membantu masyarakat. Pembagian hari ini khusus untuk Polsek dan warga yang pesan. Tapi kalau yang serentak gabungan dengan Jabar dan Jatim sudah mencapai 1000 ekor. Target di Jawa Tengah nanti sekitar 200-250 ekor.” terangnya.
Untuk alasan pandemi, pembagian ayam ini akan dilakukan dengan sistem jemput bola. Ayam akan diberikan ke tiap-tiap rumah, sedangkan untuk aparat akan dibagikan di Polsek setempat. Selain itu Pardjuni juga beranggapan bahwa di masa pandemi ini dari masing-masing elemen harus saling bantu baik itu peternak dan pemerintah.
“Kita menyesuaikan kondisi, bisa rutin, tetapi yang pasti dalam kondisi saat ini memang harus bersinergi. Karena memang bagaimanapun juga sektor perunggasan merupakan tanggung jawab bersama supaya antara peternak dan pemerintah sinergis, ini juga ada kaitannya dengan supply-demand supaya ada penyesuaian, jadi dari Peternak bisa sesuai dengan keinginan, dan kebijakan dari Pemerintah juga nyambung.” pungkasnya.