Peternakan layer masih menjadi salah satu mata pencaharian andalan masyarakat perdesaan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Usaha ayam ras petelur akhir-akhir ini kembali diterpa permasalahan berupa biaya sapronak yang cukup tinggi dari mulai DOC hingga pakan.
Oleh karena itu, Pinsar Petelur Nasional (PPN) kembali menyerukan kepada para peternak petelur untuk bergabung dengan Koperasi PPN agar bisa bersama-sama menyelesaikan masalah seputar sapronak.
Dalam webinar yang digelar oleh Koperasi PPN lewat aplikasi Zoom, Sabtu (24/4) dengan tema “Membangun Kekuatan Baru Usaha Peternakan Layer Rakyat Menuju Usaha yang Bermartabat Melalui Koperasi PPN”, Yudianto Yosgiarso selaku Ketua Presidium PPN mengajak kepada para peternak petelur untuk bergabung dengan Koperasi PPN agar bisa bersama-sama menyelesaikan masalah seputar sapronak.
“Dengan adanya koperasi ini, kendaraannya juga sudah ada, teman-teman bisa berbondong-bondong masuk ke dalam koperasi agar masalah jagung bisa selesai bersama-sama,” kata Yudianto.
Sementara itu menurut Prof. Muladno selaku Pembina PPN, usaha ayam ras petelur maupun pedaging terancam gulung tikar karena terjadi persaingan sesama pelaku usaha. Maka untuk meminimalisir hal tersebut, para peternak harus bergabung ke dalam wadah koperasi yang bisa memenuhi kepentingan anggotanya.
“Peternak ayam pedaging dan petelur itu bisa menyusut karena terdiri dari berbagai skala usaha. Masalahnya peternak kita itu bisnisnya sendiri-sendiri, kalau harga tersungkur, pemerintah yang diprotes. Demo terus, tapi harga terus tergerus. Dalam jangka panjang, kalau situasi ini dibiarkan terus, yang besar semakin besar dan yang kecil akan mati,” jelas Muladno.
Baca Juga: Peternak Diimbau Bersiap Hadapi Kelangkaan DOC Layer Tahun Depan
Maka menurut Muladno, para peternak sejatinya harus bersatu lewat wadah koperasi dan selanjutnya membentuk integrasi horizontal agar bisa bersanding dengan para integrator vertikal.
Dalam kesempatan yang sama, menurut Muhamad Afivudin selaku analis pengkajian usaha Kemenkop UKM menjelaskan bahwa koperasi yang dijalankan oleh peternak harus bisa mengakomodir kepentingan dari para anggota agar tujuan dari berkoperasi itu bisa terasa.
“Yang perlu kita pahami koperasi itu jangan hanya kecil-kecil saja, karena kalau kecil nantinya tidak bisa mengakomodir kepentingan dari anggotanya. Koperasi harus bisa menanggung diri sendiri dan anggotanya dan harus bisa bertanggung jawab terhadap usahanya sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut menurut Prof Ali Agus selaku Pembina PPN, usaha ayam ras petelur bisa berkaca dari kekuatan koperasi yang sudah bisa menembus pasar global seperti di New Zealand.
New zealand menggunakan koperasi untuk berbisnis karena anggota tidak dapat meraih keberhasilan dengan kemampuan sendiri. Selain itu anggota menginginkan solusi mereka sendiri atas usaha mereka, bukan dari investor yang dengan kepentingan tertentu terlibat dalam usaha tersebut.
“Tujuan selanjutnya yaitu menginginkan keuntungan yang lebih dari sekadar profit,” imbuh Ali.