Daging dan telur ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif terjangkau
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Peternakan dalam skala kecil adalah pilihan, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani untuk masyarakat, serta untuk mengurangi risiko stunting, seperti yang disampaikan Hj. Arumi Bachsin, Ketua tim penggerak PKK Provinsi Jawa Timur dalam acara Talk Show “Pangan hewani yang aman dan sehat untuk Indonesia tangguh dan tumbuh yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Rabu, ( 25/8).
Baca juga : Perangi Stunting dengan Konsumsi Gizi Seimbang
Lebih lanjut Arumi menambahkan yakni tentang cara pengolahan protein hewani, dengan membagi berbagai resep masakan yang berbahan dasar protein hewani “ Kalau model masakannya tetap, ya anak-anak akan bosan, akibatnya di era sekarang ini, tak jarang anak-anak untuk membeli makanan secara daring, menurut kesukaan mereka,” tegasnya.
Selanjutnya menurut Arumi, pihaknya lebih memilih model komunikasi dengan masyarakat, dalam lingkup yang lebih kecil, seperti Posyandu. Menurutnya cara komunikasi ini lebih efektif untuk memberi informasi tentang stunting termasuk tentang isi piring. Sebab, isi piring inilah yang kemudian menjadi penentu untuk kinerja seseorang.
“Ya kalau diibaratkan kalau kendaraan bahan bakarnya sebaiknya diisi dengan baik, agar bisa berjalan.” tegasnya.
Sementara itu, menurut Ir. Ahmad Syafiq M.Sc..,Ph.D., selak Ketua pusat studi gizi dan kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa protein hewani adalah protein yang mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap, jika dibandingkan dengan protein nabati, dan mempunyai daya cerna yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan protein nabati.