POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dalam rangka mengkampanyekan produk organik yang lebih sehat, Direktorat PPHNak mengkampanyekan kegiatan untuk peduli terhadap produk organik yang memberikan dampak sehat bagi kesehatan masyarakat melalui Bilingual Webinar yang bertemakan “Benefits of Organic Products for healthier Tomorrow” pada hari Kamis (27/01) melalui platform ZOOM. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, seperti pemangku kebijakan, institusi pendidikan, dan stakeholder lain dari elemen perusahaan.
Baca juga : Mentan Resmi Lantik Dua Direktur Lingkup Peternakan dan Kesehatan Hewan
drh. Makmun, M.Sc., selaku Secretary of Directorate General Livestock and Animal Health Services menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pasar organik hanya 0.4% sehingga kita perlu untuk mengkampanyekan mengkonsumsi produk organik untuk kesehatan di masa yang akan datang.
“Indonesia hanya memiliki 0.4% pasar untuk produk organik sehingga diperlukan kampanye yang didukung oleh semua pihak agar masyarakat dapat memiliki kesadaran mengenai mengonsumsi produk organik untuk kesehatan di masa yang akan datang” ujarnya.
Sementara itu, Per Preisler Christiansen, Deputy Director Feberal, Dabish Veterinary and Food Administration sepakat bahwa produk organik dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih baik. Ia mengatakan bahwa masyarakat Denmark sudah mulai sadar akan pentingnya mengonsumsi produk organik untuk kesehatan dan ramah terhadap iklim.
“Masyarakat Denmark mulai sadar dengan pentingnya mengonsumsi produk organik, hal itu untuk alasan kesehatan dan ramah terhadap iklim” ujarnya.
Simon Kristian Rask, Section Leader, Healthy Food and Diets, Danish Veterinary and Food Administration menjelaskan menganai konsumsi bahan pangan yang lebih sehat untuk konsumen. Ia menyampaikan bahwa pentingnya merubah habit masyarakat agar masyarakat sadar akan pentingnya mengonsumsi makanan yang menyehatkan dan ramah lingkungan.
“Merubah habbit merupakan hal yang sangat penting untuk menanamkan kebiasaan sejak dini agar selalu sadar akan pentingnya mengonsumsi produk organik yang menyehatkan dan ramah lingkungan” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sukmi Alkausar, dari Aliansi Organis Indonesia menyampaikan mengenai penguatan jejaring dan kelembagaan organik di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sinergitas antar lembaga serta masyarakat begitu penting untuk mewujudkan Indonesia agar lebih ramah terhadap produk organik.
“Sinergi antar lembaga sangat diperlukan untuk mewujudkan lebih ramah terhadap produk organik serta dapat dijangkau masyarakat secara umum, sehingga masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan produk organik” ujarnya.
Ali Beker, Ph.D. dan Ir. Pardamean Siahaan, MBA, dari PT Monrad Lumban Halbung, menyampaikan mengenai pengaruh obat herbal terhadap mutu karkas. Ia menerangkan bahwa produk yang terpengaruh produk antibiotik memang menghasilkan penampilan yang lebih baik, akan tetapi antibiotik yang diberikan kepada produk dapat menyebabkan resistensi kepada konsumennya.
“Antibiotik memang dapat memberikan penampilan yang lebih menarik, akan tetapi antibiotik dapat meresistensi konsumen yang mengonsumsi produk tersebut” ujarnya.
Paul Holmsbeck, Director of Holmbeck EcoConsult menjelaskan mengenai pangsa pasar organik di Denmark. Ia menjelaskan bahwa adanya logo organik meningkatkan kesadaran masyarakat Denmark akan pentingnya makanan organik yang akan ia konsumsi. Ia juga menambahkan bahwa pasar organik di Denmark mendominasi sekitar 60-70%. Ia juga menyadari bahwa adanya penjualan dan pangsa pasar organik ini disebabkan oleh adanya kolaborasi dan sinergi dari berbagai elemen di Denmark. Menurutnya, pemegang kebijakan memegang peranan penting untuk mendistribusikan produk organik agar diterima oleh masyarakat.
“Pemegang pemerintah memegang peranan penting dalam mendistribusikan produk organik agar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat” ujarnya.
Hans Ebbensgaard Murillo, Head of Food and Agriculture Sector Cooperation Embassy of Denmark menjelaskan mengenai behavior masyarakat terhadap produk organik. Ia menjelaskan bahwa adanya produsen organik yang melabeli usahanya dapat lebih kredibel mengenai produk organik yang dihasilkan sehingga masyarakat selain sadar mereka juga mendapatkan edukasi mengenai produk tersebut sehingga masyarakat lebih mantap dan yakin dalam memilih produk organiknya.










