Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses produksi peternakan ayam petelur (layer). Maka dari itu, agar ayam sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit, diperlukan perlindungan terhadap tantangan lingkungan seperti suhu, kelembapan, kecepatan angin yang tak menentu. Hal ini dapat memengaruhi kualitas dan hasil produksi telur.
Serangan penyakit Newcastle Disease (ND), Egg Drop Syndrome (EDS) dan Infectious Bronchitis (IB) kerap terjadi di berbagai wilayah peternakan. Hal ini pun sempat dirasakan oleh H. Usman Appas, pemilik peternakan PT Cahaya Tiga Putri asal Sidrap, Sulawesi Selatan.
Ia telah mengelola peternakan ayam petelur sejak tahun 1993 yang merupakan
milik keluarganya, kemudian H. Usman mulai mengelola peternakannya secara mandiri sejak tahun 2004. Ia memulai hanya dari ribuan ekor. Hingga saat ini H. Usman telah memiliki ratusan ribu ekor ayam petelur.
“Kondisi cuaca yang sedang tidak baik, membuat kita harus lebih waspada dan terus meningkatkan proteksi kesehatan pada ayam petelur kita, agar terhindar dari berbagai penyakit,” terang H. Usman
Tingkatkan perlindungan
Perlindungan terhadap ayam petelur harus dilakukan sedini mungkin, namun sering kali kondisi cuaca pancaroba yang ekstrim menjadi tantangan yang tak dapat dihindari. “Outbreak beberapa penyakit seperti ND, EDS dan IB pernah kita alami. Biasanya terjadi saat usia 13 minggu hingga puncak produksi, penurunan produksi dapat mencapai 30-40%,” ungkapnya.
Jika terlihat munculnya gejala klinis yang mengarah pada penyakit ND, EDS dan IB seperti nafsu makan turun, ayam lesu, feses berwarna hijau atau telur tampak lembek, produksi menurun, dan bentuk telur tidak seragam atau benjol-benjol bahkan tidak ada kerabang. H. Usman secara sigap menghubungi personil Medion agar dapat dilakukan pengobatan dan pencegahan selanjutnya.
“Kami sangat terbantu dengan pelayanan personil Medion di wilayah kami, kesigapan dan kecepatan dalam melakukan pemeriksaan sampel ternak yang langsung diperiksa ke MediLab,” tutur H. Usman.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ayam petelur yang dimiliki H. Usman mengalami EDS dan IB dalam waktu bersamaan. “Personil Medion merekomendasikan penggunaan vaksin Medivac ND G7-EDS-IB untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas dan memproteksi ayam petelur lainnya,” terang H. Usman.
Medivac ND G7-EDS-IB merupakan vaksin inaktif berbentuk emulsi yang mengandung virus Newcastle Disease (ND) genotipe VII yang homolog dengan isolat lapang dan Egg Drop Syndrome (EDS) Adenovirus 127 strain McFerran, dan Infectious Bronchitis (IB) strain Massachusetts 41. “Pemberian vaksin Medivac ND G7-EDS-IB sangat penting dilakukan untuk melindungi ternak, pemberiannya hanya sebanyak 0.5 ml setiap ekor. Pemberian suntikan dapat dilakukan secara intramuskuler dan subkutan. Tak lupa saya berikan Imustim sebagai imunostimulan untuk meningkatkan imun,” tambahnya.
Imustim merupakan suplemen herbal berbentuk cair dengan ekstrak herbal Andrographis paniculata yang memiliki peran sebagai imunostimulan. Imustim digunakan untuk memelihara dan meningkatkan kekebalan tubuh serta memperbaiki sistem kekebalan tubuh yang menurun pada ayam.
“Biasanya kami gunakan Imustim selama 3-5 hari sebelum dan sesudah dilakukannya vaksinasi. Hal ini sangat berpengaruh pada kondisi imun ternak agar perlindungan semakin optimal,” pungkasnya.
H. Usman menceritakan bahwa pernah mencoba menggunakan produk lain untuk mengatasi munculnya penyakit-penyakit ini. Namun, ia kembali menggunakan produk-produk Medion karena telah teruji dan terpercaya kualitasnya. “Produk lain memiliki harga yang lebih tinggi, namun proteksinya masih kurang. Maka dari itu, saya kembali menggunakan produk dari Medion,” ungkap H. Usman.
Terlebih kondisi pandemi Covid-19 yang tidak menentu, efisiensi sangat penting dilakukan. Adanya pembatasan dalam penyebaran hasil produksi, membuat H. Usman terus berupaya untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi ternak. Menurut H. Usman, Medion sangat membantu memberikan produk-produk yang berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. “Kami dapat terus bertahan berkat binaan dan dukungan Medion selama ini. Kami berharap Medion terus berinovasi dan melindungi ternak dari penyakit perunggasan yang terus berkembang,” harapnya. ADV