Adanya bisnis milenial yang terbentuk harus selalu menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan kreatif. Dengan terbentuknya bisnis milenial mampu menjawab berbagai tantangan di dunia digital.
Adanya bisnis milenial yang terbentuk harus selalu menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan kreatif. Dengan terbentuknya bisnis milenial mampu menjawab berbagai tantangan di dunia digital.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan (UP3), Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Seminar Nasional Soedirman Event Of Animal Husbandry 5.0 (SEARY 5.0), dengan tema “Menggali Potensi Sektor Agrokompleks Untuk Perkembangan Inovasi Bisnis Milenial pada Era Kompetitif”. Pada acara yang terselenggara secara hybrid, Minggu (5/6) ini menghadirkan Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sebagai opener seminar.
Dalam sambutannya, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangkitkan ekonomi kreatif di Indonesia. Dimana, sebagai konsumen dengan menggalakkan kampanye bangga terhadap produk buatan Indonesia. Sedangkan sebagai pelaku usaha dengan beradaptasi mengubah bisnis konvensional ke bisnis digital, berinovasi dengan merubah tantangan menjadi peluang, dan juga berkolaborasi dengan memperluas jaringan pasar. Selain itu dirinya juga menyinggung terkait kreativitas yang diperlukan dalam bisnis agrokomplek.
“Sektor bisnis agrokomplek merupakan sektor yang akan selalu hidup dalam perkembangan ekonomi Indonesia, sehingga diperlukan inovasi dan ketahanan yang nyata untuk mempertahankan hal tersebut. Revolusi kreatif dari kampus merupakan gudangnya kreativitas, terdapat subsektor ekonomi kreatif ada di bidang peternakan. Sumberdaya peternakan harus diintervensi dengan kreativitas dan dibuatkan ekosistemnya,” terangnya.
Baca Juga: IB Sebagai Alternatif Percepatan Regenerasi Unggas
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr, menyampaikan bahwa sektor agrokomplek harus selalu tersedia di manapun, mulai dari masih dalam kandang hingga sampai di atas meja. Adanya bisnis milenial yang terbentuk harus selalu menciptakan pelaku usaha yang tangguh dan kreatif. Dengan terbentuknya bisnis milenial mampu menjawab berbagai tantangan di dunia digital.
“Generasi milenial merupakan generasi yang adaptif, kreatif dan inovatif serta penuh kreasi. Sebagai generasi milenial dituntut terbuka terhadap perkembangan teknologi melalui media sosial untuk memudahkan berwirausaha. Generasi milenial diharapkan memiliki kreativitas dan inovasi agar bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara mandiri” jelas Sodiq.
Sementara itu, Ir. Mahardika Agil Bimasono, S.Pt., IPP, selaku Ketua Kompartemen Peternakan Bidang V, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Tengah (BPD HIPMI Jateng) menyampaikan materi terkait “stop being normal agropreneur”. Dirinya menyampaikan bahwa terdapat problem agrokomplek yang ada di setiap daerah, seperti masalah lingkungan, iklim, bisnis, pasar, penyakit ladang/pasar.
“Peningkatan pendidikan harus ditangani untuk mendorong para wirausahawan dalam menangani berbagai problem, sehingga pada masa sekarang di zaman yang sudah berubah mereka tidak perlu beradaptasi namun perlu adanya penggantian pada beberapa bagian,” ujarnya.
Bernadeth Virna, selaku Senior Manager Marketing, PT Global Dairi Alami banyak menjelaskan kondisi bisnis susu di Indonesia. Menurutnya, kondisi pasar suplai susu di Indonesia sekitar 23% disuplai dari dalam negeri sedangkan 77% harus impor dari luar.
“Tingkat konsumsi susu di Indonesia tergolong sangat rendah, yakni sebanyak 15,3 liter. Perlakuan penetrasi pada susu semakin lama semakin menurun, sehingga perlu dilakukan sosialisasi bahwa susu bukan hanya untuk anak anak. Selain itu, ternyata 60% dari masyarakat asia adalah lactose intolerant atau tidak bisa mencerna kandungan laktosa yang terdapat pada susu, sehingga hal tersebut diinisiasi dengan tersedianya milk life lactose free,” pungkasnya.