Closed house
Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt*
Dalam kegiatan budi daya, recording merupakan salah satu kegiatan yang menjadi rutinitas oleh para operator maupun manajer kandang. Recording yang dilakukan setiap hari oleh operator kandang, selanjutnya akan menjadi bahan referensi oleh manajer flock dalam menentukan keputusan. Biasanya data yang dicatat oleh operator kandang meliputi umur, bobot badan harian, jumlan pakan yang digunakan, pemberian obat, vitamin, serta pemberian vaksin yang digunakan. Padahal, sebetulnya masih banyak parameter yang bisa menentukan keberhasilan dari kegiatan budi daya di luar yang biasa dilaporkan oleh operator kandang. Hal tersebut misalnya kecepatan angin dalam kandang, kelembapan, suhu rataan harian, serta konsumsi air minum.

Dalam setiap kegiatan budi daya yang baik, tentunya menghasilkan banyak catatan dari kegiatan tersebut, baik berupa konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan lainnya. Semua catatan tersebut jika dipelajari dengan betul, dapat mempermudah peternak dalam memprediksi gambaran untuk periode berikutnya.

Operator maupun manajer kandang tentu tidak bisa melakukan itu semua karena akan menyita waktu dan tenaga. Mungkin jika populasi ayam yang dipelihara hanya ribuan, semua kegiatan pencatatan tersebut masih bisa dilakukan, namun bagaimana dengan para peternak dengan populasi ternak yang mencapai ratusan ribu bahkan jutaan ekor?  Tentu akan sangat merepotkan.
Manusia memang memiliki daya analisa yang kuat, namun memiliki banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan setiap harinya, sehingga pencatatan yang dilakukan oleh manusia bisa jadi tidak akurat. Oleh karena itu muncul sebuah ide, mampukah sebuah alat atau mesin tersebut menggantikan pekerjaan pencatatan yang lebih efisien dan akurat?
Era digitalisasi membuat semua pekerjaan seperti pencatatan sangat mungkin dilakukan secara digital melalui sebuah alat ataupun mesin khusus. Menurut Kurnijanto E. Sanggono selaku Chief Marketing Officer dari Sigfox Indonesia, mengatakan bahwa pencatatan (recording) sangat mungkin dilakukan menggunakan alat atau mesin dalam berbagai macam parameter teknis sehingga bisa lebih akurat dan bisa didapatkan secara real time.
Baca Juga: Peternakan Ayam Sudah Waktunya Menerapkan IoT
Masih menurutnya, para peternak dapat mendapatkan informasi dan data yang berharga secara teratur dan dalam jumlah banyak, misalnya jumlah pakan ternak yang diberikan, tentunya bisa dibuat lebih presisi sehingga hasilnya bisa lebih terukur. Apabila data tersebut diperoleh secara teratur, maka komposisi pakan ternak yang paling sesuai untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal bisa diperoleh dengan mempertimbangkan beberapa faktor eksternal. Contoh lainnya seperti suhu kandang ayam yang bisa lebih termonitor perubahannya sehingga bisa diambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
Selain itu, keuntungan dalam penerapan internet of things (IoT) dalam kegiatan budi daya dapat memberikan efisiensi seperti meminimalkan pakan yang terbuang dan bisa langsung mengetahui jumlah pakan yang sudah dikonsumsi oleh ternak. “Produktivitas akan meningkat, karena ada beberapa keputusan harusnya diambil secara lebih baik dan informasi yang diterima juga lebih akurat, misalnya keputusan untuk memberikan pakan ternak dan jumlahnya. Maka otomatis biaya untuk pakan bisa ditekan seefisien mungkin, karena salah satu tujuan penggunaan teknologi adalah efisiensi,” ungkap Kurnijanto.
Saat ini, penerapan teknologi dalam kegiatan budi daya ayam pedaging lebih banyak dilakukan oleh para peternak yang menerapkan sistem closed house, namun sebenarnya tidak menutup kemungkinan para peternak dengan sistem open house juga bisa menerapkan teknologi dalam usahanya. Sejauh ini sektor agrikultur maupun akuakultur relatif lebih dulu dalam proses adopsi dan adaptasi digital dalam kegiatan budi dayanya. *Wartawan Poultry Indonesia
Potongan artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2020 ini dilanjutkan pada judul “Potensi Pemanfaatan IoT dalam Sektor Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153