Skema SPR
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Integrasi secara vertikal sudah mewarnai dunia perunggasan selama ini,Integrasi ini terbilang kokoh. Disisi lain, peternak mandiri semakin terpuruk, tidak mampu bertahan. Oleh karena itu, perlu adanya integrasi horizontal, dimana integrasi ini merupakan jama’ah atau gabungan dari beberapa elemen seperti pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan mandiri dan komunitas peternak. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA, Guru Besar Fakultas Peternakan, IPB University dengan tema ‘Dunia Perunggasan Menyongsong Tahun 2022, Kamis ( 23/12). Acara yang berlangsung secara daring via aplikasi Zoom ini diadakan oleh Farmsco Indonesia yang bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dan IPB University.
Baca juga : Peduli Bencana Semeru, MIPI Sumbangkan Pangan Terhadap Korban Terdampak
Menurutnya, integrasi horizontal itu bukan bermaksud untuk bersaing dengan integrasi vertikal. Namun, lebih dimaksudkan agar keduanya bisa berjalan saling beriringan, saling bersinergi dan saling berdampingan untuk mempercepat pembangunan peternakan di Indonesia.
Ia mengaku konsep integrasi horizontal telah mudah diterima oleh kaum akademisi serta pemerintah bahkan kaum pengusaha mandiri. Namun, tidak bagi peternak. Sebab, peternak memiliki latar belakang pendidikan yang sangat beragam, dari yang lulusan sekolah dasar, hingga pendidikan tinggi.
“Oleh karena itu, untuk menjembatani jarak yang ada, maka kami membentuk sekolah peternakan rakyat atau SPR dengan demikian ada peningkatan SDM peternak, dan integrasi horizontal diharapkan akan mudah terwujud,” tegasnya.
Dengan demikian diharapkan tumbuhnya sinergi dan gotong royong dari semua pelaku usaha. “Di luar negeri, koperasi sudah banyak terbentuk dan berjalan dengan baik. Namun, di Indonesia koperasi sering kari dipandang sebelah mata,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pasar tradisional menjadi porsi terbesar dalam bidang lahan pasar untuk ayam ras pedaging,sekitar 80 persen pangsa pasar ayam ras ayam pedaging ada di pasar tradisional. Sedang sisanya yang 20 persen baru yang masuk hotel, restoran, katering (horeka).